Jika Terlanjur Memiliki Hewan Kurban yang Cacat

Sabtu , 10 Jul 2021, 13:39 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Esthi Maharani
Tempat pemotongan hewan kurban
Tempat pemotongan hewan kurban

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Fatwa Darul Iftaa Mesir, Syekh Muhammad Wissam menjelaskan soal berkurban dengan hewan yang cacat, misalnya kakinya patah. Dia mengatakan, selama seorang Muslim membelinya dalam kondisi utuh (sehat sesuai syariat) dan diniatkan untuk berkurban, maka tidak ada hambatan untuk berkurban dengannya.

 

Terkait

"Kemudian jika hewan kurban yang diterimanya mengalami patah kaki, maka ini adalah kecelakaan sehingga tidak menghalanginya untuk berkurban dengan hewan tersebut," tutur dia seperti dilansir dari Masrawy, Sabtu (10/7).

Namun, jika seorang Muslim mengetahui bahwa hewan kurban yang dipilih dan dibelinya itu mengalami patah kaki, maka kurbannya menjadi batal. Sebab, patah kaki pada hewan kurban termasuk salah satu syarat batalnya ibadah kurban. Karena itu, hewan yang dikurbankan sudah seharusnya bebas dari cacat.

Ada beberapa cacat yang menjadi syarat batalnya kurban. Itu artinya, cacat-cacat berikut ini tidak boleh ada saat seorang Muslim membeli hewan kurban.

Pertama adalah mata yang buta. Kedua ialah mengalami cacat yang signifikan pada salah satu matanya. Ketiga, lidah terputus. Keempat, hidungnya terpotong. Kelima, kedua telinganya atau salah satunya terpotong. Keenam, lumpuh atau pincang yang membuat hewan kurban tidak mampu berjalan. Ketujuh, menderita penyakit kusta. Kedelapan, terpotong bagian bokongnya. Kesembilan, hewan yang secara jelas memiliki penyakit. Kesepuluh, kurus.

Nabi Muhammad SAW pun telah mengingatkan soal beberapa cacat pada hewan sehingga tidak memenuhi syarat untuk dikurbankan.

Dalam hadits Abu Dawud, dari Ali RA, Nabi SAW bersabda, "Ada empat cacat yang tidak mencukupi dalam berqurban. Pertama, buta yang jelas, sakit yang nyata, pincang yang sampai kelihatan tulang rusuknya dan lumpuh/kurus yang tidak kunjung sembuh."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini