Kapolsek Ganti Rugi 3 Ibu Pedagang yang Ditutup Jualannya

Ahad , 11 Jul 2021, 12:11 WIB Reporter :Febryan. A/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Pedagang beraktivitas di tengah suasana  PPKM Darurat. (lustrasi)
Pedagang beraktivitas di tengah suasana PPKM Darurat. (lustrasi)

IHRAM.CO.ID, ---  JAKARTA -- Kapolsek Pulogadung Kompol Beddy Suwendi mendapati tiga pedagang minuman masih berjualan tengah malam atau melewati batas jam operasional PPKM Darurat di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (10/7). Agar mereka mau menutup lapaknya, Beddy memberikan uang ganti rugi.

 

Terkait

Video aksi Beddy itu diunggah di akun Instagram-nya. Tampak pedagang masih berjualan melewati batas jam operasional pukul 20.00 WIB. Beddy lantas meminta pedagang itu menutup lapaknya sembari memberikan uang ganti rugi. 

Beddy mengeluarkan dua lembar uang pecahan Rp 100 ribu dari dompetnya. "Ini saya kasih. Ibu jangan buka lagi, tutup ya," kata Beddy sembari memberikan uang tersebut.

Beddy mengatakan, terdapat tiga pedagang minuman yang ia berikan uang ganti rugi di Terminal Pulogadung, Sabtu malam. Ketiganya merupakan perempuan.

Penutupan, kata dia, harus dilakukan karena pedagang itu melanggar aturan PPKM Darurat. Adapun uang ganti rugi diberikan karena Beddy merasa kasihan.

"Saya seperti melihat ibu saya sendiri yang sedang mencari nafkah untuk keluarganya. Sampai tengah malam masih berjualan, jadi saya merasa ingin membantu," kata Beddy mengungkapkan alasannya memberikan uang ganti rugi, ketika dikonfirmasi, Ahad (11/7).

Beddy pun mengimbau agar para pedagang tidak lagi berjualan lewat pukul 20.00 WIB selama masa PPKM Darurat ini. Dia juga menyampaikan kembali larangan makan di tempat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini