Rasulullah Personifikasi Sempurna Agama Islam

Selasa , 13 Jul 2021, 18:14 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Esthi Maharani
Rasulullah SAW. Ilustrasi
Rasulullah SAW. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Allah SWT telah menempatkan Rasulullah SAW sebagai personifikasi yang sempurna bagi agama, kewajiban, dan kitab-Nya sehingga umat manusia wajib menaatinya dan haram mengingkarinya.

 

Terkait

Allah juga telah menjelaskan keutamaan Rasulullah SAW dengan cara menjadikan keimanan kepada-Nya dan keimanan kepada Rasul-Nya sebagai satu kesatuan. Hal ini disampaikan Imam Syafi'i dalam Kitab Ar-Risalah dari Tahqiq dan Syarah Syekh Ahmad Muhammad Syakir yang diterbitkan Penerbit Buku Islam Rahmatan.

Allah menetapkan bahwa kesempurnaan dasar iman, yang aspek-aspek lain mengikuti dasar ini, adalah iman kepada Allah, kemudian kepada Rasul-Nya. Seandainya seorang hamba beriman kepada Allah, namun tidak beriman kepada Rasul-Nya, maka ia tidak memperoleh kesempurnaan iman selama-lamanya, sebelum ia beriman kepada Rasul-Nya.

Dalam kitab Kitab Ar-Risalah ini, dikutip sejumlah ayat Alquran dan hadist yang menegaskan bahwa Allah mewajibkan manusia untuk mengikuti wahyu-Nya dan sunnah Rasul-Nya.

"Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak." (QS An-Nisaa: 171)

"Sesungguhnya yang sebenar-benar orang Mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS An-Nuur:62)

Malik mengabari kami dari Hilal bin Usamah, dari Atha bin Yasar, dari Umar bin Hakam, ia berkata "Aku membawa seorang budak perempuan kepada Rasulullah SAW." Lalu aku bertanya, "Ya Rasulullah, aku punya kewajiban untuk memerdekakan budak perempuan, maka apakah aku boleh membebaskannya?" Rasulullah SAW lalu bertanya kepadanya, "Di mana Allah?" Ia menjawab, "Di langit." Beliau bertanya, "Siapa aku?" Ia menjawab, "Engkau utusan Allah." Beliau lalu bersabda, "Merdekakan dia." (Kitab Al Muwahtha)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini