Jamaah Haji Bergerak dari Muzdalifah untuk Lempar Jumroh

Selasa , 20 Jul 2021, 13:01 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Siluet jamaah haji tengah melempar kerikil di Jamarat setelah sebelumnya bermalam dan singgah di Muzdalifah dan Mina usai melaksanakan wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Ahad (11/8)
Siluet jamaah haji tengah melempar kerikil di Jamarat setelah sebelumnya bermalam dan singgah di Muzdalifah dan Mina usai melaksanakan wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Ahad (11/8)

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- 60.000 umat Muslim yang beruntung saat ini tengah melaksanakan ibadah haji. Setelah selesai bermalam di Muzdalifah, kini mereka bertahap bergerak dari akomodasi di Mina menuju lokasi lempar jumrah.

 

Terkait

"Tadi malam kami sudah meninggalkan arafah menuju Muzdalifah untuk bermalam. Sekarang sudah bersiap kembali ke Mina untuk kemudian lempar jumrah," kata Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, saat dihubungi Republika, Selasa (20/7).

Baca Juga

Selama di Muzdalifah, masing-masing jamaah diberi tanda posisi berupa kasur lipat untuk alas tidur. Antar jamaah juga diberi jarak sekiranya 2 meter.

Di dalam tenda di Mina sendiri, telah disediakan kursi dari busa yang bisa dibuka menyerupai kasur. Satu tenda berisi sekitar 80 orang, dengan jarak antara 1,5 hingga  2 meter.

Di tiap-tiap lokasi tempat jamaah mabit atau bermalam, selain disiapkan kasur lipat juga ada selimut dan bantal untuk memberi kenyamanan usai melakukan aktifitas sejak pagi.

Konjen Eko menyebut dari Muzdalifah menuju Mina jamaah haji bergerak menggunakan bus yang telah ditandai sejak awal. Bus-bus tersebut bertugas mengantarkan jamaah ke setiap lokasi sampai seluruh rangkaian haji berakhir.

"Iya batu (lempar jumrah) sudah disiapkan dan diberikan tadi malam waktu di bus, dari arafah ke muzdalifah. Batunya ditaruh di kantong," lanjutnya.

Dalam khutbah yang disampaikan oleh Imam Masjidil Haram di Arafah, ia menyebut ada satu poin penting yang sekiranya menjadi catatan. Poin tersebut adalah pentingnya ikhsan dan akhlak yang baik kepada siapa saja, termasuk ke orang tua, sesama dan lingkungan.

Tidak hanya itu, Konjen Eko menyebut khatib yang bertugas juga mengingatkan akan amalan yang dilandasi dengan rasa ikhlas.

Setelah melaksanakan lempar jumrah, jamaah haji dijadwalkan kembali ke Makkah untuk melaksanakan Tawaf Ifadah. Sementara Tawaf Wada direncanakan berjalan sehari setelahnya, pada 22 Juli.

"Tawaf Wada rencana tanggal 22 Juli. Sebagian besar sepertinya tanggal 22 Juli sudah selesai haji," kata dia.

Sejauh ini, ia menyebut jumlah warga negara Indonesia yang melakukan haji jumlahnya bertambah dari semula 327 orang. Diperkirakan ada 400 ekspatriat yang mendapat izin haji, berdasarkan informasi yang mereka dapatkan.  

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini