SRCA Siapkan Motor, Respons Cepat Jamaah Haji yang Sakit

Rabu , 21 Jul 2021, 13:03 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
SRCA memanfaatkan teknologi medis mobile terbaru untuk musim haji 2021
SRCA memanfaatkan teknologi medis mobile terbaru untuk musim haji 2021

IHRAM.CO.ID, ARAFAT --  Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi (SRCA) memanfaatkan teknologi medis mobile terbaru untuk musim haji 2021. Cara ini dilakukan agar dapat membantu jamaah yang sakit secepat mungkin.

 

Terkait

"Sepeda motor dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan paling canggih. Semua obat-obatan yang mungkin dibutuhkan dibawa oleh petugas cepat tanggap," kata anggota tim sepeda motor cepat tanggap, Rayan Kassar, dilansir di Arab News, Selasa (20/7).

Setiap sepeda motor dikendarai oleh teknisi pengobatan darurat (EMT). Mereka juga didampingi oleh dokter spesialis, tergantung pada sifat darurat yang dilaporkan.

SRCA disebut menyediakan sepeda motor dan awaknya untuk membantu orang-orang yang sakit atau terluka di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh kendaraan yang lebih besar, ketika respon cepat sangat penting.

"Kami memiliki sekitar 15 sepeda motor. Kami menggunakannya di area tengah Masjidil Haram dan di tempat-tempat suci Mina, Muzdalifah dan Arafat, di mana ambulans kesulitan menjangkau orang yang terluka atau pasien yang membutuhkan pertolongan dalam waktu yang sangat singkat,” kata Kassar.

Dia juga menambahkan, sepeda motor ini siap untuk merespon di lima bagian yang berbeda di Gunung Arafat. Ketika jamaah haji pindah ke Masjidil Haram, Muzdalifah dan Mina, alat transportasi ini tersedia untuk membantu mereka di lokasi tersebut.

Saat jamaah berada di Masjidil Haram dua hari lalu, ia menyebut pihaknya telah mengatasi beberapa kasus yang mengharuskan mereka bergerak dengan kecepatan setinggi mungkin.

“Sesampai di tempat kejadian, kami menemukan sebagian besar peziarah terlalu lelah untuk bergerak atau terkena sengatan matahari," lanjutnya.

Selain unit sepeda motor, 15 kendaraan lain juga tersedia bila diperlukan, termasuk layanan medis darurat taktis (EMS) dan kendaraan insiden bahan berbahaya.

Pengawas pusat SRCA di tempat-tempat suci, Hussein Nafi'e, mengatakan pihaknya harus selalu siap untuk menanggapi keadaan darurat medis, dengan teknologi dan peralatan medis terbaru yang dapat menyelamatkan nyawa.

"Kami belum menggunakan kendaraan taktis, tetapi kami siap untuk segera turun tangan, jika perlu. Bahkan, layanan ini merupakan bagian dari persiapan kami untuk meningkatkan layanan," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini