Jerman: Pergerakan Warga yang Belum Divaksin Dibatasi

Ahad , 25 Jul 2021, 17:30 WIB Reporter :Lintar Satria/AP / Redaktur : Agung Sasongko
 Orang-orang mengantri di depan pusat vaksinasi baru, COVID-19, virus corona di
Orang-orang mengantri di depan pusat vaksinasi baru, COVID-19, virus corona di

IHRAM.CO.ID, BERLIN -- Kepala staf Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pergerakan warga yang belum divaksin mungkin akan dibatasi. Bila kasus infeksi Covid-19 beberapa bulan kedepan tetap terus meningkat.

 

Terkait

Namun dalam wawancaranya dengan surat kabar Bild am Sonntag, Helge Braun mengatakan ia tidak akan memprediksi Jerman akan kembali menerapkan karantina nasional atau lockdown. Ia mengatakan warga yang belum divaksin mungkin dilarang masuk restoran, bioskop dan stadion.

Baca Juga

"Karena residu resikonya masih terlalu tinggi," katanya, Ahad (25/7).

Braun mengatakan vaksinasi sangat penting untuk melindungi masyarakat dari gejala berat. "(Karena itu) orang-orang yang sudah divaksin jelas memiliki kebebasan lebih dibanding yang belum divaksin," tambahnya.

Braun mengatakan kebijakan semacam itu sesuai dengan undang-undang. "(Sebab) negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi kesehatan masyarakat," katanya.

Beberapa pekan terakhir program vaksinasi Jerman berjalan cukup lambat. Hal ini mendorong perbincangan mengenai bagaimana cara mendorong masyarakat yang belum divaksin. Saat itu sudah sekitar 60 persen warga Jerman yang menerima dosis pertama vaksin virus korona sementara 49 persen diantaranya sudah menerima dua dosis vaksin.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini