Ratusan Pasien OTG di Solo Jalani Isolasi di Asrama Haji

Senin , 26 Jul 2021, 11:33 WIB Redaktur : Esthi Maharani
Petugas menyemprotkan disinfektan ke pengemudi kendaraan pengangkut pasien orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 saat masuk di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (7/6/2021). Pemindahan pasien orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 dari Kudus terus dilakukan secara bertahap agar dapat penanganan lebih cepat dan mudah terpantau.
Petugas menyemprotkan disinfektan ke pengemudi kendaraan pengangkut pasien orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 saat masuk di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (7/6/2021). Pemindahan pasien orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 dari Kudus terus dilakukan secara bertahap agar dapat penanganan lebih cepat dan mudah terpantau.

IHRAM.CO.ID, SOLO -- Sebanyak 402 pasien kategori orang tanpa gejala dan bergejala ringan warga Solo telah menjalani perawatan isolasi terpusat baik di Asrama Haji Donohudan Boyolali maupun di tempat isolasi OTG di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

 

Terkait

"Total ada 402 orang warga Kota Solo berstatus OTG dan bergejala ringan yang saat ini sedang menjalani isolasi dan perawatan terpusat yang disediakan pemerintah," kata Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak, Senin (26/7).

Tim Satgas Evakuasi Kota Surakarta bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan, sebelumnya mengevakuasi 47 orang warga Kota Surakarta yang berstatus OTG dan bergejala ringan dari rumahnya masing-masing di 5 Kecamatan, yaitu Jebres, Laweyan, Pasar Kliwon, Banjarsari dan Serengan, ke tempat perawatan isolasi terpusat di Solo, pada Ahad (25/7).

Sebanyak 47 warga OTG dievakuasi ke tempat perawatan isolasi terpusat di SMPN 8 Jebres Surakarta dan khusus pasien bergejala ringan di SDN Panularan 6 Laweyan Solo dengan menggunakan ambulance puskesmas setempat dengan pengawalan Polresta Surakarta.

Pemkot Surakarta telah menyiapkan tiga tempat perawatan isolasi terpusat bagi pasien bergejala ringan, yaitu di SDN Panularan 6, SDN Cemara 2, dan SMPN 25 di Solo. Sedangkan, untuk tempat isolasi terpusat bagi OTG disiapkan sebanyak lima tempat.

Kapolres menambahkan beberapa manfaat yang akan diperoleh baik oleh pasien OTG maupun bergejala ringan saat menjalani perawatan di tempat isolas terpusat tersebut. Antara lain pasien OTG dan bergejala ringan akan mendapatkan asupan makanan yang bergizi selama pelaksanaan perawatan atau isolasi, diberikan vitamin dan obat obatan untuk meningkatkan imunitas serta mendapatkan asistensi dan pengawasan dari tenaga kesehatan, yang kesemuanya itu akan berkontribusi positif terhadap akselerasi kesembuhan pasien.

"Yang lebih utama yakni untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 oleh pasien OTG," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini