Liga Arab Desak Tunisia Tuntaskan Krisis Politik

Selasa , 27 Jul 2021, 07:40 WIB Reporter :Kamran Dikarma/ Redaktur : Esthi Maharani
Bendera Tunisia
Bendera Tunisia

IHRAM.CO.ID, KAIRO – Liga Arab mendesak Tunisia segera menyelesaikan krisis politiknya dan memulihkan stabilitas negara. Hal itu disampaikan setelah Presiden Tunisia Kais Saied membubarkan pemerintah dan membekukan parlemen.

 

Terkait

"Liga berharap Tunisia akan mengatasi fase bergejolak saat ini dan memulihkan stabilitas dan ketenangan, dan bekerja secara efektif untuk menanggapi aspirasi serta kebutuhan rakyat," kata Liga Arab dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (26/7), dikutip laman Al Araby.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit telah melakukan percakapan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Tunisia Othman Jerandi untuk membahas perkembangan terakhir di negara tersebut. Presiden Tunisia Kais Saied membubarkan pemerintah dan membekukan parlemen pada Ahad (25/7). Lawan-lawan politiknya mengecap tindakan tersebut sebagai kudeta.

Saied mengatakan dia akan mengambil alih otoritas eksekutif dengan bantuan perdana menteri baru. Tak lama setelah keputusan itu, kerumunan orang segera membanjiri ibu kota Tunis dan kota-kota lain untuk mendukung Saied. Mereka bersorak gembira.

Ketua parlemen Tunisia, Rached Ghannouchi, telah meminta rakyat turun ke jalan untuk menentang dan menghentikan langkah Saied yang disebutnya kudeta. Saied menekankan tindakannya sejalan dengan pasal 80 konstitusi. Ia pun mengutip pasal untuk menangguhkan kekebalan anggota parlemen. “Banyak orang tertipu dengan kemunafikan, pengkhianatan, dan perampokan hak-hak rakyat,” ujar Saied.

Saied, dalam pernyataan yang disiarkan televisi, memperingatkan agar tidak merespons aksi dengan kekerasan. "Saya memperingatkan siapa pun yang berpikir untuk menggunakan senjata dan siapa pun yang menembakkan peluru, angkatan bersenjata akan merespons dengan peluru," ujarnya.

Beberapa jam setelah pernyataan itu, kendaraan militer mengepung gedung parlemen. Media lokal melaporkan bahwa tentara juga mengepung gedung televisi negara. Tunisia telah menghadapi krisis selama bertahun-tahun. Korupsi, penurunan layanan negara, dan meningkatnya pengangguran telah membuat banyak warga di sana terpuruk. Kondisi kian sulit akibat pandemi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini