Mohamed Sbihi, Muslim Pengibar Bendera Inggris di Olimpiade

Selasa , 27 Jul 2021, 08:04 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Esthi Maharani
Mohamed Sbihi, muslim pertama yang membawa bendera Inggris di Olimpiade
Mohamed Sbihi, muslim pertama yang membawa bendera Inggris di Olimpiade

IHRAM.CO.ID, TOKYO -- Pendayung peraih medali emas Mohamed Sbihi membuat sejarah sebagai Muslim pertama yang membawa bendera Inggris pada upacara pembukaan Olimpiade. Ia menyebut moment tersebut sebagai kehormatan besar.

 

Terkait

“Itu adalah kehormatan besar, saya berada di atas awan selama beberapa hari terakhir,” kata Sbihi dilansir dari About Islam, Ahad (25/7).

“Saya masih tidak merasa seperti saya berjalan ke stadion tadi malam.  Itu adalah momen yang sangat keren untuk dibagikan dengan Hannah (Mills) tetapi pada akhirnya, saya yakin Tim Inggris tidak akan keberatan saya mengatakan ini, kami di sini untuk memenangkan medali, saya di sini bukan hanya untuk membawa bendera," tambahnya.

Lahir dari seorang ibu Inggris dan ayah Maroko di Kingston di Surrey 33 tahun lalu, ia telah memiliki karier yang cemerlang. Dia memenangkan perunggu di London 2012 dan kembali menyumbang emas Olimpiade di Rio pada 2016 silam.

Setelah penundaan Olimpiade Tokyo 2020, ia mempertimbangkan untuk meninggalkan olahraga tetapi kedatangan putranya Idris tujuh bulan lalu mengubah perspektifnya.

“Sebelum Idris lahir, stres terbesar saya di luar mendayung adalah memasak makan malam.  Sekarang semua yang saya lakukan berputar di sekelilingnya, tetapi mengetahui bahwa saya akan kembali ke sana membuat dayung yang sulit menjadi jauh lebih mudah, ”katanya kepada Sportsbeat.

“Pada awal siklus Tokyo 2020 saya ingin membuktikan bahwa saya bisa melakukannya sendiri, tapi sekarang lebih kepada sukses untuk Idris.  Dia tidak akan mengingatnya, tetapi jika saya menjadi juara Olimpiade saat dia masih hidup, itu akan sangat keren," tambahnya.

Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020 diadakan dari 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 di Tokyo, Jepang, dengan beberapa acara pendahuluan dimulai pada 21 Juli. Ajang ini awalnya dijadwalkan berlangsung dari 24 Juli hingga 9 Agustus tahun lalu, tapi acara tersebut kemudian dimajukan hingga Maret 2020 sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Sebagian besar ajang juga akan diadakan secara tertutup tanpa penonton umum yang diizinkan di bawah keadaan darurat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini