Keindahan ‘Masjid Lukis’ Yang Tak Lekang Waktu

Selasa , 27 Jul 2021, 12:29 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Muhammad Hafil
Sejarah Masjid Lukis Makedonia Utara
Sejarah Masjid Lukis Makedonia Utara

IHRAM.CO.ID,TETOVO—Masjid Sarena Dzamija adalah salah satu bangunan bersejarah era Ottiman yang langka di Makedonia Utara. Masjid yang terletak di dekat Sungat Pena, yang membelah kota Tetovo, menerapkan teknik seni lukis Islam yang khas Ottoman, membuatnya dikenal sebagai ‘Painted Mosque’ karena keindahan lukisan dan dekorasi dindingnya. 

 

Terkait

Baca Juga

Beberapa ahli situs bangunan bersejarah Islam mengakui Masjid Lukis Šarena Džamija sangat unik karena tak hanya dipenuhi pola lukis era Ottoman Eropa, tapi juga terdapat penggambaran kondisi Makkah pada beberapa bagian di dindingnya. Karena struktur dan penampilannya yang megah, masjid ini juga sebagai "Masjid Pasha”.

Rumor mengatakan bahwa masjid itu dibangun dengan dukungan keuangan dari dua saudara perempuan bernama Hurşide dan Mensure, yang merupakan warga negara Ottoman. Kedua bersaudara itu memberikan mahar mereka untuk pembangunan masjid di abad ke-15. Masjid, yang menyimpan makam kedua pendirinya di halamannya itu sempat direnovasi dan mendapatkan penampilan terbarunya pada abad ke-19. Disebutkan dalam sumber sejarah seni bahwa puluhan ribu telur digunakan selama renovasi masjid agar lukisan, ornamen, dan dekorasi dapat bertahan lama dan mempertahankan vitalitasnya.

Masjid yang dibangun dengan denah persegi ini memiliki narthex (area masuk atau lobi) yang terbuka di tiga sisi dan ditutupi oleh bagian mahfil, platform khusus yang ditinggikan di dalam masjid tempat muadzin menjalankan tugasnya untuk menyerukan doa dan nyanyian dalam menanggapi doa imam, di atas. Bagian mahfil memiliki tiga balkon berbentuk setengah bola yang menghadap ke ruang sholat di dalam masjid. Strukturnya memiliki atap genteng, yang lebih mirip jenis atap yang digunakan dalam arsitektur rumah klasik Ottoman. 

Berbicara kepada Anadolu Agency (AA), Emir Kasami, imam masjid, mengatakan bahwa Hurşide dan Mensure membangun masjid pada tahun 1495. Kasami menambahkan bahwa masjid ini diperbaiki oleh Abdurrahman Pasha pada tahun 1883 setelah rusak akibat gempa bumi.

"Pasha membangun kembali masjid sebagai kompleks. Informasi tentang masjid ada di prasasti di atas pintu masuk. Dalam prasasti ini, Pernyataan Abdurrahman Pasha dicatat. Dia berkata, 'Saya menugaskan masjid ini untuk mengajarkan Al-Qur'an dan melatih hafiz'."

Kasami mengatakan bahwa seorang seniman yang hidup pada masa itu dan berhaji menggambar lukisan Ka'bah di dinding masjid dengan izin Abdurrahman Pasha, mengungkapkan bahwa penggambaran Ka'bah di masjid dibuat pada tahun 1800-an. Sang imam menyatakan bahwa dia belum pernah melihat sesuatu seperti Masjid Lukis sebelumnya, menambahkan bahwa lukisan rumah besar di antara dekorasi masjid mungkin telah terinspirasi oleh peradaban Andalusia.

Masjid adalah salah satu monumen bersejarah terpenting di wilayah tersebut, kata Kasami. "10 bus penuh pengunjung, terutama dari Turki, sebelumnya mengunjungi masjid setiap hari, tetapi jumlah ini menurun dengan adanya pandemi. Jumlah pengunjung baru-baru ini. sudah mulai meningkat lagi secara perlahan.”

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini