Festival Ekonomi Syariah Digelar di Gorontalo

Selasa , 27 Jul 2021, 12:45 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : Esthi Maharani
Ekonomi syariah (ilustrasi)
Ekonomi syariah (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) resmi dibuka dengan tuan rumah Gorontalo, Selasa (27/7). FESyar sebagai satu rangkaian besar acara ISEF di Jakarta akan dilaksanakan secara hibrid, baik luring maupun virtual sehubungan dengan pandemi Covid-19.

 

Terkait

Kepala Kantor Perwakilan BI Gorontalo, Budi Widihartanto menyampaikan penyelenggaraan FESyar KTI 2021 merupakan perwujudan itikad dan ikhtiar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah agar dapat dilakukan serentak di seluruh Indonesia khususnya di KTI. Sektor yang menjadi prioritas meliputi sektor pertanian, sektor makanan halal, fashion muslim, dan sektor pariwisata ramah muslim.

"Oleh karena itu beberapa kegiatan dalam FESyar KTI 2021 baik dalam kegiatan FESyar seminar, FESyar fair mengusung topik tentang halal food, fashion, dan tourism," katanya.

FESyar Virtual KTI 2021 akan berlangsung mulai tanggal 27 Juli - 3 Agustus 2021 dengan mengusung tema 'Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Memperkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Keunggulan Sumber Daya Regional'. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan potensi, perkembangan dan tantangan serta menentukan model //business linkage// yang dapat diterapkan dalam mendorong regional KTI sebagai Islamic Economic Hub.

Rangkaian kegiatan dalam penyelenggaraan FESyar Virtual KTI 2021 antara lain Sharia Economic Forum yang terdiri dari webinar dan workshop serta Sharia Economic Fair yang menampilkan berbagai produk food dan fashion dari UMKM unggulan dari 19 wilayah KTI secara virtual. Selain itu, akan diselenggarakan juga kegiatan tabligh akbar, talkshow, dan berbagai perlombaan.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim menyampaikan, Provinsi Gorontalo merupakan salah satu daerah yang aktif dalam mengembangkan ekonomi syariah. Sebagai daerah yang disebut serambi Madinah, Gorontalo punya beberapa inisiatif dalam rangka memasyarakatkan kegiatan ekonomi syariah.

"Pemerintah provinsi Gorontalo telah mendorong penerapan ekonomi dan keuangan syariah melalui beberapa hal," katanya.

Seperti pengembangan koperasi Syariah Al Madani oleh Bappeda Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan penetrasi ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi dan sumber-sumber ekonomi yang bebas riba dengan sistem bagi hasil. Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur untuk dilakukan pemotongan zakat penghasilan aparatur sipil negara pada setiap bulannya sebesar 2,5 persen dari gaji dan penyalurannya bekerja sama dengan Baznas Provinsi Gorontalo.

Kemudian, pembangunan Madrasah dan pondok pesantren yang dilakukan secara masif di Provinsi Gorontalo dan telah masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah provinsi. Selain itu juga yang telah dibuka berbagai jurusan ekonomi syariah di Provinsi Gorontalo baik jenjang Strata 1 maupun strata 2.

Pemerintah juga secara inklusif bersinergi dengan pemerintah Kabupaten dan Kota Gorontalo untuk membantu memfasilitasi UMKM di Gorontalo untuk memperoleh sertifikat halal. Hal ini dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi syariah dan optimisme pemulihan ekonomi nasional melalui memperkuat potensi halal daerah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini