Imran Khan: Taliban Tak Pakai Seragam Militer

Kamis , 29 Jul 2021, 13:32 WIB Reporter :Lintar Satria/ Redaktur : Esthi Maharani
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan

IHRAM.CO.ID, WASHINGTON -- Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan beberapa orang Taliban tidak memakai seragam militer, mereka memakai pakaian warga sipil. Hal ini ia sampaikan saat menjawab pertanyaan bagaimana Pakistan mencari Taliban diantara tiga juga pengungsi Afghanistan di negara itu.

 

Terkait

Dalam wawancara yang disiarkan PBS NewsHour, Selasa (26/7) malam lalu, Khan mengatakan Pakistan menampung lebih dari tiga juta pengungsi Afghanistan. Mayoritas di antara mereka beretnis Pashtun, etnik yang sama dengan anggota Taliban.

"Sekarang ada kamp berisi 500 ribu orang, ada kamp berisi 100 ribu orang dan Taliban tidak memakai seragam militer, mereka warga sipil, dan bila ada beberapa warga sipil di kamp-kamp ini, bagaimana Pakistan memburu mereka? Bagaimana mungkin anda menyebutnya tempat aman," kata Khan seperti dikutip Times of India, Kamis (29/7).

Khan membantah tuduhan Pakistan sebagai tempat aman bagi anggota Taliban. "Dimana tempat berlindungnya?Ada tiga juta warga Afghanistan di Pakistan yang beretnik sama dengan Taliban," kata Khan.

Sudah lama Pakistan dituduh membantu Taliban dari segi militer, keuangan dan memberi masukan intelijen pada anggotanya untuk berperang melawan pemerintah Afghanistan. Khan membantah tuduhan tersebut dengan menyebutnya 'sangat tidak adil'.

Ia mengatakan ribuan rakyat Pakistan kehilangan nyawa mereka sejak Amerika Serikat (AS) melancarkan perang di Afghanistan. Sementara, tambahnya, Pakistan tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang terjadi pada 11 September 2001 di New York.

Dalam laporan yang disiapkan untuk Dewan Keamanan PBB sekitar 6.000 teroris Tehrik-i-Taliban Pakistan beroperasi di perbatasan Afghanistan. Tim Pemantau Sanksi dan Dukungan Analisis PBB mengatakan walaupun TPP 'menegaskan tujuan mereka anti-Pakistan' tapi mereka juga membantu milisi Taliban di Afghanistan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini