Sejarah Arab Saudi Tertulis dalam Seni Cadas

Kamis , 29 Jul 2021, 20:44 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Sejarah Arab Saudi Tertulis dalam Seni Cadas
Sejarah Arab Saudi Tertulis dalam Seni Cadas

IHRAM.CO.ID,MAKKAH -- Arab Saudi kaya akan warisan budaya dan tergambarkan di situs seni cadas yang tersebar di seluruh negeri. Keberadaannya menunjukkan representasi kehidupan agama, politik dan sosial ekonomi sejak zaman kuno.

 

Terkait

 

Baca Juga

Warisan sejarah itu beberapa di antaranya berasal dari 12.000 SM. Di dalamnya mencakup banyak gambar hewan yang digunakan manusia untuk diambil susu, daging, kulit, serta bulunya.

Profesor sejarah kuno di King Saud University, Dr. Salma Housawi, mengatakan seni cadas menunjukkan penduduk bagian selatan Semenanjung Arab mulai berburu dan memelihara hewan sekitar 6.000 SM.

“Anjing adalah salah satu hewan pertama yang dijinakkan dan digunakan untuk berburu. Keledai dan banteng yang digambarkan dalam gambar juga ikut dijinakkan,” kata dia dilansir di Arab News, Kamis (29/7).

Housawi menyebut lukisan batu yang tersebar di barat laut Jazirah Arab, berasal dari 4000 hingga 2000 SM. Mereka menunjukkan praktik perburuan dan penggembalaan oleh orang-orang di wilayah tersebut.

Ketika iklim Arab Saudi sangat panas dan gersang, secara bertahap ternak menghilang dan digantikan oleh hewan yang lebih cocok dengan lingkungan kering, seperti unta, ibex dan kambing. Hal ini utamanya berlaku di wilayah utara dan barat.

Profesor itu juga mengatakan unta pertama kali digambarkan di bebatuan Kilwa, timur laut Tabuk.

Unta digunakan untuk transportasi karena daya tahan dan kemampuannya dalam mempertahankan kondisi gurun yang keras di Semenanjung Arab. Hewan ini lantas menjadi salah satu sumber daya yang paling penting.

“Unta adalah sumber makanan dan alat transportasi yang memainkan peran utama dalam hubungan Arab dengan tetangga mereka, di samping partisipasinya dalam perang," lanjutnya.

Di daerah Jabal Al-Malihiya, 40 kilometer sebelah timur Hail, fasad batunya memiliki prasasti dan gambar penting yang menggambarkan sapi, unta liar, burung unta dan singa.

Dia juga mengatakan Arab Saudi tertarik untuk mendaftarkan lukisan batu Hail tersebut di Daftar Warisan Dunia UNESCO karena gambar hewannya.

Profesor Housawi lantas menyebut Daerah Qassim juga dipenuhi dengan gambar burung unta, singa, singa betina, sapi dan unta. Sementara, di Uyun Al-Jawa Anda dapat menemukan gambar predator, ibex, burung unta dan unta.

"Gunung Tamiya di wilayah Uglat Asugour juga menampilkan gambar unta dan ibex," kata dia. Seni cadas di area Al-Bukayriyah menampilkan gambar singa dan singa betina yang menarik dan bersebelahan.

Peninggalan gambar batu juga disebut menarik karena menampilkan adegan berburu. Kegiatan ini digambarkan secara akurat baik gerakan pemburu dan hewannya, serta senjata yang digunakan dalam berburu.

"Kementerian Kebudayaan, yang diwakili oleh Otoritas Warisan Saudi, melakukan upaya besar untuk melestarikan dan mendokumentasikan kawasan arkeologi dan sejarah di Kerajaan, bekerja sama dengan berbagai misi asing sesuai dengan Visi Kerajaan 2030,” kata Housawi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini