Epidemiolog Ingatkan Sumbar

Kamis , 29 Jul 2021, 23:26 WIB Reporter :Febrian Fachri/ Redaktur : Muhammad Hafil
Pekerja memindahkan tabung oksigen yang kosong, di tempat pengisian oksigen PT Asiana Gasindo, Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/7/2021). PT Asiana Gasindo menambah suplai liquid oksigen sebanyak 12 ton dari Pekanbaru, Riau, untuk mencukupi kekurangan oksigen yang dialami sejumlah rumah sakit di Sumbar untuk perawatan pasien COVID-19.
Pekerja memindahkan tabung oksigen yang kosong, di tempat pengisian oksigen PT Asiana Gasindo, Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/7/2021). PT Asiana Gasindo menambah suplai liquid oksigen sebanyak 12 ton dari Pekanbaru, Riau, untuk mencukupi kekurangan oksigen yang dialami sejumlah rumah sakit di Sumbar untuk perawatan pasien COVID-19.

IHRAM.CO.ID,PADANG--Epidemiolog Universitas Andalas, Defriman Djafri, mengatakan Sumatra Barat kembali mencatatkan rekor kematian covid-19. Bulan ini belum genap 30 hari, angka kematian karena covid di Sumbar sudah mencapai 252 orang.

 

Terkait

"Kalau ini tidak diantisipasi, belajar dari bulan Agustus 2020 tahun lalu, laju kematian meningkat tajam sampai bulan Oktober 2020," kata Defriman, Kamis (29/7).

Baca Juga

Defriman menyebut peningkatan angka kematian ini sudah terlihat dari awal Maret 2021 lalu. Peningkatan ini terus meningkat sampai Juli 2021 ini. Ia melihat untuk menekan angka kematian bagi orang yg sudah terinfeksi dan dirawat saat ini, harapan itu adalah kesiapan RS baik infrastruktur, sarana, tenaga serta alat pendukung lainnya.

Tapi saat ini kapasitas respon rumah sakit sudah kewalahan dalam memberikan rawatan dan treatment kepada pasien yang terinfeksi.

Defriman menyarankan agar data medical record dianalisis dengan tajam untuk mengetahui risiko dan penyebab kematian secara komprehensif.

"Di sisi lain, pemerintah terus berupaya tetap memperkuat di hulu, agar bisa mencegah lonjakan yang terjadi di hilir (RS). Memberikan pemahaman ke masyarakat, betapa pentingnya  selalu disiplin terhadap prokes di dalam setiap aktivitas sosial, ekonomi dan keagamaan dilakukan," ujar Defriman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini