Kelanjutan Hubungan Iran-Saudi Buka Pintu untuk Umroh

Jumat , 30 Jul 2021, 13:29 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Ka
Ka

IHRAM.CO.ID,  TEHERAN -- Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Ali-Reza Rashidian, mengungkapkan harapannya dalam memberangkatkan jamaah umroh, setelah melanjutkan kembali hubungan antara Iran dan Arab Saudi.

 

Terkait

Rashidian berharap bisa keberangkatan jamaah haji Iran ke Irak dan Suriah dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

 

Dilansir di IRNA, Jumat (30/7), Iran dan Arab Saudi telah memulai proses pemulihan hubungan dan literatur pencarian rekonsiliasi yang digunakan oleh pejabat kedua negara. Mereka juga mengadakan beberapa pembicaraan sebagai salah satu bentuk upaya menyelesaikan perselisihan secara damai.

 

Menurut Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah, Seyyed Ali Khamenei, kegiatan umrah dan haji menyimpan kekuatan dalam melawan arogansi global yang merupakan inti dari korupsi, penindasan, serta penjarahan.

 

Pelaksanaan ibadah ini juga menunjukkan kemampuan bangsa. "Jika penyelenggara haji tunduk dan mencari keridhaan Allah SWT daripada AS, haji dapat memecahkan masalah besar dunia Muslim," kata dia.

 

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, baru-baru ini memberikan reaksi terhadap Menteri Luar Negeri Saudi, Faysal Bin Farhan. Pejabat Saudi mengatakan pihaknya menyambut baik dialog dengan Iran, serta mengatakan Iran selalu mencari perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk Persia.

 

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia, La Republica, Farahan menyatakan harapannya agar pembicaraan yang sedang berlangsung antara Teheran dan Riyadh akan mengarah pada penyelesaian perselisihan.

 

Hal ini bukanlah pernyataan positif pertama dari pejabat Saudi. Terkait kemungkinan membangun kembali hubungan antara Iran dan Arab Saudi, Pangeran Saudi Mohammad Bin Salman mengatakan Iran pada akhirnya adalah tetangga dan kerajaan berharap dapat membangun hubungan yang baik dan khas dengan Iran.

 

Pernyataan tersebut disambut hangat oleh Iran. Iran dan Arab Saudi sejauh ini telah mengadakan tiga putaran pembicaraan di Baghdad. Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, bulan lalu mengatakan mereka menunggu pemerintahan baru di Iran untuk menjabat.

 

Para pengamat lantas menyoroti beberapa alasan di balik perubahan pemikiran Arab Saudi, termasuk keterlibatannya dalam perang di Yaman, perubahan keseluruhan dalam kebijakan regional AS oleh pemerintahan baru, serta pembicaraan yang sedang berlangsung antara Iran dan kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.  // Zahrotul Oktaviani

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini