Jumat 30 Jul 2021 18:25 WIB

Mentan Pantau Peluang Ekspor Beras Sragen untuk Pasar Asia

Mentan meminta komitmen Bupati Sragen untuk memfasilitasi ekspor beras

di di Rice milling Unit (RMU) Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (30/7). Di sana, Mentan mengecek kualitas beras lokal untuk memenuhi kebutuhan beras nasional.
Foto: Kementan
di di Rice milling Unit (RMU) Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (30/7). Di sana, Mentan mengecek kualitas beras lokal untuk memenuhi kebutuhan beras nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, Sragen - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau produksi padi di Rice milling Unit (RMU) Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (30/7). Di sana, Mentan mengecek kualitas beras lokal untuk memenuhi kebutuhan beras nasional.

"Saya ingin memastikam bahwa ketersediaan pangan khusus beras dalam keadaan cukup. Maka itu harus divalidasi betul sampai ke lapangan. Kita berharap seperti apa yang ada stok pangan kita dalam kendali," katanya.

Selain itu, Mentan juga akan memantau peluang ekspor beras Sragen untuk memenuhi pangsa pasar Asia. Apalagi, kata Mentan, Kabupaten Sragen adalah kabupaten penghasil beras suprus yang sejauh ini menjadi perhatian negara.

"Presiden meminta kita kalau memang berasnya cukup, maka ke depan harus dipersiapkan juga beras untuk ekspor. Jadi hari ini kita ingin membangun komitmen bersama Bupati Sragen (Untung Yuni Sukowati) bahwa kita akan memfasilitasi ekspor," katanya.

Sekedar informasi, beras Sragen berhasil menembus pasar ekspor ke Negara tujuan Arab Saudi. Rencananya, kegiatan ekspor masih akan dilakukan dengan mempersiapkan beras organik SP3T yang diprodukai Gapoktan Ngudi Makmur.

Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menambahkan bahwa sejauh ini jajaran Kementan terus bergerak memantau kondisi ril perberasan nasional di lapangan. Salah satunya melihat produksi beras poles di RMU Kabupaten Sragen yang mencapai 50 ton setiap hari.

"Kementan akan mendukung terus usaha seperti ini karena bisa menyerap gabah milik petani dengan  harga yang mencapai HPP. Hal ini sesuai komitmen Bupati Sragen yang selalu memperhatikan sektor pertanian di wilayah kerjanya," katanya.

Bupati Sragen, Untung Yuni Sukowati mengatakan bahwa kabupaten Sragen siap menindaklanjiti arahan Menteri Pertanian dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas beras lokal untuk kebutuhan nasional dan impor.

"Alhamdulillah Pak menteri berkenan datang ke Kabupaten Sragen meninjau produksi padi disini. Selama ini Sragen memang menjadi daerah yang diperhitungkan karena kami sebagai penyangga pangan nasional dan tadi beliau menyampaikan surplus beras kami mencapai 130 ribu ton setiap tahunnya. Tentu ini bisa mendorong kami untuk membuka pasar ekspor dan membuka pintu juga untuk beras organik," katanya.

Bahkan dalam waktu dekat, kata Yuni, pihaknya siap mendukung kegitan Merdeka Ekspor serentak yang akan digelar pada 13 sampai 14 Agustus 2021 mendatang."Segera akan kita kordinasikan dengan semua stakeholder yang anda dan semoga kita bisa mengikuti program merdeka ekspor karena kita mampu dan kita memang surplus," tutupnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement