Tiga Masjid di Rajendranagar Buka Pusat Layanan Covid

Senin , 02 Aug 2021, 03:16 WIB Reporter :Flori Sidebang/ Redaktur : Muhammad Hafil
Tiga Masjid di Rajendranagar Buka Pusat Layanan Covid. Foto:   Virus Covid-19 (ilustrasi)
Tiga Masjid di Rajendranagar Buka Pusat Layanan Covid. Foto: Virus Covid-19 (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,JAKARTA – Sebuah survei di Kota Hyderabad, India mengungkapkan bahwa satu dari tiga perempuan yang sembuh dari Covid-19 menderita penyakit tidak menular (PTM). Survei ini dilakukan oleh Helping Hand Foundation (HHF), sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan.

 

Terkait

Sebanyak tiga masjid yang terletak di wilayah Rajendranagar pun sudah mulai melaksanakan konseling dan perawatan pasca-Covid. Salah satunya adalah masjid yang telah mengubah rumah sakit Covid-19 menjadi pusat perawatan pasca-Covid karena saat ini jumlah kasus virus corona sedang menurun.

Baca Juga

Dilansir dari laman The Times of India, diketahui hingga saat ini sebanyak 3.500 pasien telah terdaftar maupun melakukan skrining. Mereka berasal dari sekitar 50 daerah kumuh yang tersebar di kota tua itu dengan jumlah populasi kurang lebih delapan ‘lakh’.

“Tinjauan dokter telah tertunda karena pembatasan pasien keluar, kekurangan uang untuk investigasi yang mahal karena kehilangan pekerjaan dan kondisi tabungan yang kurang baik, serta ketakutan hingga kecemasan mengunjungi rumah sakit,” kata wali pengelola HHF, Mujtaba Hasan Askari seperti dikutip, Ahad (1/8).

Masjid-masjid tersebut telah meluncurkan program penyaringan multidisiplin, tingkat komunitas untuk pencegahan dan pengendalian penyakit kronis, khususnya PTM. Kemudian, puskesmas di area masjid-masjid itu melayani skrining pasien PTM, kesehatan mulut, oftalmologi, penyakit hati, hingga kanker. Terutama kanker kepala dan leher, serta leher rahim dan kanker payudara.

Dia mengatakan, 90 persen dari pasien yang diperiksa adalah wanita. Pusat Kesehatan Masjid yang difungsikan terdiri dari NS Kunta, Rajendranagar, dan Shaheenagar. Adapula meja bantuan yang terdiri dari dokter keluarga, konselor dan ahli gizi.

Koordinator PTM di klinik eksklusif perempuan yang berada di Masjid Muhammad Mustafa, dr Ayesha Fatima mengatakan, sebagian besar pasien berasal dari kalangan ekonomi lemah dan sepenuhnya menyadari kondisi kesehatan, komplilkasi, dan cenderung mengabaikan kesehatan mereka. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, terdapat 5 persen dari wanita yang diperiksa memiliki diabetes. Satu dari tiga wanita ini memiliki kondisi hati berlemak tingkat satu. Lalu, sebanyak 18,3 persen lainnya memiliki hipertensi dan 11 persen mempunyai penyakit penyerta.

Selain itu, survei tersebut juga menemukan adanya peningkatan kejadian stroke, penyakit kardiovaskular, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan dalam enam bulan terakhir.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini