Saudi Catat 22 Ribu Pelanggaran Aturan Covid-19

Senin , 02 Aug 2021, 13:12 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Otoritas Saudi melanjutkan kampanye pemantauan memastikan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan yang diberlakukan, guna membendung penyebaran penyakit Covid-19.

 

Terkait

Terbaru, Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan data statistik terbaru terkait pelanggaran peraturan yang dilakukan dalam satu pekan terakhir. Hasilnya, tercatat ada 22.042 pelanggaran peraturan yang ditemukan.

Dilansir di Arab News, Senin (2/8), data statistik yang ada menunjukkan wilayah Riyadh mencatat jumlah pelanggaran tertinggi dengan 7.049 kasus. Posisi kedua ditempati oleh Provinsi Timur dengan 3.026 pelanggaran.

Madinah mencatat terjadi 2.383 pelanggaran, Qassim 2.250 kasus, Makkah 1.904 kejadian, Jouf 1.313 pelanggaran, serta Hail 1.010 pelanggaran. Posisi berikutnya ditempati Tabuk dengan 796 kasus, Perbatasan Utara 757 kasus, Najran 426 kejadian, Jazan 390 kasus, Asir 372 kasus dan Baha 366 kejadian.

Selanjutnya, kementerian meminta warga maupun penduduk agar mematuhi protokol pencegahan dan instruksi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Di sisi lain, Kementerian Agama, Dakwah, dan Bimbingan Islam Kerajaan Saudi membuka kembali 10 masjid di empat wilayah. Masjid-masjid tersebut sempat ditutup sementara untuk pembersihan setelah dikonfirmasi ada jamaah yang terinfeksi Covid-19.

Kementerian mengatakan lima masjid dibuka kembali di Asir, tiga di Qassim, dan masing-masing satu di Riyadh dan Jazan.

Sejauh ini, infeksi Covid-19 telah menyebabkan 1.924 masjid di Kerajaan ditutup sementara dalam 176 hari terakhir. Masjid-masjid tersebut lantas dibuka kembali setelah tindakan pembersihan dan disinfeksi selesai. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini