Hanya Siswa yang Sudah Vaksinasi Bisa Sekolah di Saudi

Senin , 02 Aug 2021, 13:35 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Kegiatan belajar murid dan guru di sekolah Arab Saudi.
Kegiatan belajar murid dan guru di sekolah Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH – Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengumumkan pada Ahad (1/8) hanya siswa yang sudah divaksin Covid-19 penuh dapat kembali ke sekolah pada tahun ajaran baru yang dimulai 29 Agustus nanti.

 

Terkait

Ini berlaku untuk siswa sekolah menengah yang sudah menyelesaikan program vaksinasi. Sementara untuk siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak baru bisa kembali ke sekolah apabila sudah mencapai 70 persen kekebalan kelompok melalui dua dosis vaksin.

Sejauh ini Arab Saudi telah memberikan lebih dari 27,2 juta dosis vaksin dan 8,25 juta orang telah menerima dua dosis yang merupakan 23,7 persen dari 34,8 juta penduduk negara itu. Kementerian mengatakan janji temu akan diberikan kepada staf dan siswa yang memenuhi syarat untuk divaksina tepat waktu untuk awal tahun ajaran.

Pada konferensi pers, Ahad kemarin, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mendesak ibu hamil ikut divaksin guna mendapatkan kemanjuran vaksin. Sebab, sebagian besar ibu hamil di seluruh dunia yang tidak divaksin terpapar Covid-19 dan dirawat di rumah sakit.

Dia juga meminta para dokter untuk selalu memperingatkan dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksin Covid-19 kepada ibu hamil. “Anda (ibu hamil) tidak hanya melindungi satu nyawa, tapi melindungi dua nyawa,” kata Al-Aly, dilansir Arab News, Senin (2/8).

Namun, vaksinasi ibu hamil tidak berlaku bagi mereka yang memiliki riwayat hipersensitivitas dan terbukti secara medis. Juru Bicara Kementerian Perdagangan Abdulrahman Al-Husain mengatakan lebih dari satu juta perusahaan komersial telah mengikuti tindakan pencegahan dengan menerima pelanggan yang kebal atau yang sudah divaksin satu dosis Covid-19.

Pada Ahad, Arab Saudi menerima laporan adanya 1.084 kasus baru Covid-19 sehingga total kasus menjadi 526.814. Untuk pasien yang sembuh ada 1.285 dan total angka pemulihan 507.374. Sementara ada 12 angka kematian yang tercatat sehingga jumlah kematian menjadi 8.249.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini