14 Negara Afrika Tolak Keanggotaan Israel di Uni Afrika

Selasa , 03 Aug 2021, 02:12 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Agung Sasongko
Uni Afrika
Uni Afrika

IHRAM.CO.ID, ALGIERS -- Sebanyak 14 negara anggota Uni Afrika sepakat menolak keanggotaan Israel di organisasi tersebut. Penolakan itu merupakan hasil lobby Menteri Luar Negeri Aljazair, Ramtane Lamamra. 

 

Terkait

Dilansir dari Wafa News, Ahad (⅛) Rai Al-Youm lebih lanjut menulis bahwa Menteri Luar Negeri Aljazair Ramtane Lamamra diharapkan akan membahas masalah keanggotaan Israel di Uni Afrika. Isu yang akan diangkat dalam perjalanannya yang akan datang ke empat negara Afrika yaitu Tunisia, Ethiopia, Sudan dan Mesir.

Baca Juga

Lamamra telah menekankan bahwa langkah-langkah diplomatik ini sebenarnya merupakan reaksi terhadap keanggotaan Tel Aviv di Uni Afrika sebagai anggota pengamat. Keanggotaan yang disebut sebagai perkembangan yang telah dikerjakan oleh para diplomat Israel selama bertahun-tahun.

Lamamra mencatat bahwa Israel sebelumnya memperoleh keanggotaan sebagai pengamat di Organisasi Persatuan Afrika, tetapi pada tahun 2002, gelar itu diambil kembali dari rezim ketika Uni Afrika menggantikan Organisasi Persatuan Afrika.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 22 Juli bahwa Adamsu Alali, Duta Besar Tel Aviv untuk Addis Ababa, telah menyerahkan kredensialnya sebagai anggota pengamat Uni Afrika.

Media Aljazair dan internasional melaporkan bahwa Aljazair secara resmi mulai membentuk blok Afrika untuk menolak keanggotaan Israel di Uni Afrika. Surat kabar online Rai Al-Youm melaporkan bahwa Afrika Selatan, Tunisia, Eritrea, Senegal, Tanzania, Niger, kepulauan Qamar, Gabon, Nigeria, Zimbabwe, Liberia, dan Seychelles semuanya telah menyetujui keputusan tersebut.

 

Uni Afrika (AU) adalah sebuah perserikatan yang terdiri dari 54 negara Afrika. UA diumumkan dalam Deklarasi Sirte di Sirte, Libya, pada 9 September 1999. Organisasi ini didirikan pada 26 Mei 2001 di Addis Ababa, Ethiopia, dan diluncurkan pada 9 Juli 2002 di Durban, Afrika Selatan. Alkhaledi Kurnialam

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini