Jangan Sesalkan Keluarga Dijemput Maut

Rabu , 04 Aug 2021, 13:43 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Esthi Maharani
Ilustrasi Surga
Ilustrasi Surga

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Semua akan berpisah ketika ajal telah sampai pada waktunya. Namun bagi orang Muslim, perpisahan dengan anak atau orang tua akan berjumpa lagi di surganya Allah SWT.

 

Terkait

"Tak mengapa berpisah di dunia jika untuk bertemu kembali di surga," kata pebimbing ibadah haji dan umrah Ustaz Rafiq Jauhary saat menyampaikan tausiyahnya beberapa hari lalu.

Ustaz Rafiq mengatakan ada berbagai macam bentuk musibah. Kematian, lanjut dia, tidak bisa ditebak kapan waktunya, bagaimana caranya, di mana tempatnya atau siapa korbannya. Hal yang harus disiapkan adalah keimanan dalam hati.

"Karena melalui keimanan inilah orang yang saling mengasihi (Insya Allah) akan kembali disatukan di surga kelak," terangnya.

Dalam Alquran surah at-Thur ayat 21 Allah berfirman,

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya."

Para ulama menjelaskan, jika seorang anak ditempatkan di surga yang tinggi sementara orang tuanya berada di surga yang lebih rendah, maka si anak dapat menarik orang tuanya ke derajat surga yang tinggi tanpa mengurangi amal shalih si anak tersebut. Begitupun sebaliknya.

Hal yang terpenting adalah, pastikan bahwa kedua pihak sama-sama memiliki keimanan. Bahkan seorang anak bayi yang masih dalam keadaan fitrah (muslim) dia pun dapat mengantarkan ibunya ke surga.

Dalam sebuah hadits dijelaskan dari Mu'adz bin Jabal dari Nabi, beliau bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ السِّقْطَ لَيَجُرُّ أُمَّهُ بِسَرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ إِذَا احْتَسَبَتْهُ

"Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh anak yang meninggal dalam kandungan ibunya akan menarik ibunya dengan tali pusarnya ke surga, jika ia bersabar." (HR. Ibnu Majah: 1598)

"Sudah, akhiri tangisan atas kepergian keluarga. Selagi kita meninggal dengan membawa keimanan, insyaallah akan kembali dikumpulkan di surga. Amiin," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini