Kamis 05 Aug 2021 13:56 WIB

Api Menyambar Area Pembangkit Listrik di Mugla Turki

Upaya untuk memadamkan api di Mugla terhalang oleh angin kencang.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Gita Amanda
Orang-orang sedang dievakuasi, setelah api mencapai perimeter Pembangkit Listrik Tenaga Panas Kemerkoy di distrik Turkevleri, Mugla pada Rabu (4/8).
Foto: AP
Orang-orang sedang dievakuasi, setelah api mencapai perimeter Pembangkit Listrik Tenaga Panas Kemerkoy di distrik Turkevleri, Mugla pada Rabu (4/8).

IHRAM.CO.ID, ISTANBUL -- Sebuah pembangkit listrik di provinsi Mugla barat daya Turki telah dievakuasi, akibat kebakaran hutan. Api mencapai perimeter Pembangkit Listrik Tenaga Panas Kemerkoy di distrik Turkevleri, Mugla pada Rabu (4/8).

Upaya untuk memadamkan api di Mugla terhalang oleh angin kencang. Semua personel telah dievakuasi dari pembangkit listrik tersebut. Sementara  bahan yang mudah terbakar dan meledak juga telah dipindahkan. Tanker air dan truk pemadam kebakaran telah ditempatkan di area itu, untuk berjaga-jaga jika api menyebar lebih jauh ke arah bangunan utama.

Baca Juga

Dilansir Aljazirah, Kamis (5/8), penduduk setempat melarikan diri, ketika api berkobar di tepi pembangkit listrik di dekat kota Aegean, Milas. Foto yang diunggah oleh Aalikota Milas, Muhammet Tokat, menunjukkan kobaran api yang mengamuk di gerbang pembangkit listrik.

“Api telah memasuki pembangkit listrik termal. Pabrik saat ini sedang dievakuasi dan sirene terdengar," ujar Tokat.

Api mencapai pabrik pada pekan kedua kebakaran hutan yang telah menewaskan delapan orang. Kebakaran tersebut menghancurkan petak besar hutan murni di seluruh pantai Aegean dan Mediterania Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan wawancara langsung di televisi ketika evakuasi di area pembangkit listrik dimulai. Erdogan mengatakan bahwa 51 helikopter dan 20 pesawat terlibat dalam operasi untuk memadamkan kebakaran hutan di negara itu.

"Pembangkit listrik termal menghadapi ancaman terbakar. Ada angin yang sangat kencang, sehingga sulit untuk menahan api," ujar Erdogan.

 

Pejabat setempat sebelumnya mengatakan bahwa tangki hidrogen yang digunakan untuk mendinginkan stasiun telah dikosongkan, dan diisi dengan air sebagai tindakan pencegahan. Pembangkit listrik tersebut beroperasi menggunakan batu bara dan bahan bakar minyak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement