Kiai Cholil: Bangun Resolusi 1443 Hijriah yang Lebih Baik

Rabu , 11 Aug 2021, 12:30 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Agung Sasongko
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis berpose untuk Republika  pada gelaran Festival Republik dan Dzikir Nasional 2019 di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (1/1).
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis berpose untuk Republika pada gelaran Festival Republik dan Dzikir Nasional 2019 di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (1/1).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PBNU, KH Cholil Nafis mengatakan, umat Islam perlu membangun resolusi 1443 hijriah yang lebih baik dengan tujuan semata hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hal ini disampaikan oleh KH Chalil dalam Tausyiah Tahun Baru Islam lewat akun Youtube Republika Official pada Selasa (10/8) malam.

 

Terkait

"Maka harus membangun resolusi 1443 hijriah untuk yang lebih baik, utama jangan lupa tujuannya adalah Allah, seberapa besar kita melakukan tindakan-tindakan, perilaku-perilaku untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala," kata KH Cholil.

Baca Juga

Dia mengungkapkan, sebelumnya umat juga dapat melakukan muhasabah atas apa yang dilakukan selama satu tahun lalu. Bermuhasabah diri, apakah umur, kesehatan, dan harta yang dimiliki sudah digunakan sebaik mungkin, dan seberapa besar seseorang telah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

"Pada saat pandemi pastikan kita bisa berbuat yang terbaik, menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, jangan sampai hidup menjadi beban orang lain, jangan merepotkan orang lain, tapi bagaimana kita bisa hidup memudahkan orang lain," ucap Kiai Cholil.

Kiai Cholil melanjutkan, hal ini sebagaimana tergambar dalam kehidupan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pergi hijrah dari Makkah ke Madinah, mereka dapat diterima dengan baik oleh orang-orang Anshar. Dia mengatakan, orang-orang Madinah yang sudah beriman kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, mengalah dengan kedatangan orang-orang Muhajirin, solidaritasnya lebih ditingkatkan.