Islam dan Tradisi Kuliner yang Pengaruhi Eropa

Kamis , 09 Sep 2021, 01:28 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Agung Sasongko
Lamb chops merupakan hidangan daging domba yang disajikan bersama dengan tulannya (Foto: makanan Lamb Chops)
Lamb chops merupakan hidangan daging domba yang disajikan bersama dengan tulannya (Foto: makanan Lamb Chops)

IHRAM.CO.ID,  NEW DELHI -- Kolumnis untuk Daily Progress, Hilde G. Lee, menulis sebuah artikel tentang masakah India dan dunia Islam, khususnya pada pengembangan makanan dan tradisinya di Eropa dan Timur Tengah. Menurutnya, Persia dan India kuno berkontribusi pada masakan dunia dan bergerak sedikit lebih jauh ke China.

 

Terkait

Karena, keragaman bahan, populasi, dan metode memasak India, termasuk sejarah dan pengaruh kulinernya telah membentuk kebiasaan makanan yang berbeda di China. Sedangkan Eropa terkubur dalam apa yang disebut sejarawan sebagai Abad Kegelapan, dan di belahan dunia lain, sebuah agama dan cara hidup baru muncul di tempat yang sekarang disebut Arab Saudi.

Baca Juga

"Ya, ini adalah adalah Islam yang menyebar dengan cepat dan membawa serta cara berpikir baru tentang makanan,"kata dia, Rabu (8/9).

Disebutkan Hilde, Islam pertama kali muncul di antara orang-orang nomaden, Badui, di daerah gurun Arab Saudi. Orang-orang nomaden ini memiliki kehidupan yang sangat sulit. Mereka tidak memiliki properti dan ternak.

Semuanya dimiliki secara komunal. Suku-suku itu menemukan padang rumput di mana pun mereka bisa di mana pun ada air. Dengan demikian, suku-suku pindah dari oasis ke oasis. Di antara oasis ini ada beberapa kota, salah satunya yang berisi tempat suci, yaitu Makkah.