Santri Madura Dilatih Mengolah Kelor Menjadi Cokelat

Selasa , 14 Sep 2021, 11:40 WIB Reporter :Dadang Kurnia/ Redaktur : Esthi Maharani
Pekerja menunjukkan daun kelor yang baru saja dipanen
Pekerja menunjukkan daun kelor yang baru saja dipanen

IHRAM.CO.ID, SURABAYA -- Dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) melatih santri di Pondok Pesantren Addimyati Nurul Iman, Desa Sukolilo Barat, Bangkalan, Madura, untuk mengolah tanaman kelor menjadi cokelat. Siti Rahayu Nadhiroh, salah satu dosen yang turut memberi pelatohan mengatakan, pelatihan diberikan untuk memaksimalkan pesantren menghasilkan produk UMKM unggulan.

 

Terkait

“Kami melihat potensi pesantren untuk menjadi UMKM unggulan dengan memanfaatkan lokasi yang sangat dekat dengan Jembatan Suramadu,” kata Nadhiroh, Senin (14/9).

Nadhiroh mengatakan, di Madura banyak sekali tumbuhan kelor. Selama ini warga sekitar hanya mengolahnya menjadi sayur, atau terkadang dijadilan obat.  Artinya  kata dia, tumbuhan kelor yang ada belum fimanfaatkan secara maksimal. Padahal, lanjutnya, jika dikreasikan sedemikian rupa, kelor bisa diolah menjadi suatu produk yang bisa memberikan tambahan penghasilan masyarakat.

Ia menyatakan, kelor diolah menjadi cokelat karena merupakan jajanan yang disukai semua kalangan dan tahan lama. “Paling-paling kelor di sini diolah jadi sayur. Nah sekarang kita inovasikan jadi cokelat. Kami harap Chokelor (cokelat dari kelor) bisa menjadi produk unggulan sekaligus oleh-oleh khas Madura,” ujar Nadhiroh.

Dosen Departemen Gizi FKM Unair tersebut menyatakan, Kabupaten Bangkalan letaknya sangat dekat dengan Jembatan Suramadu menjadi modal tersendiri untuk mengembangkan ekonomi di pesantren itu. Belum lagi, Koperasi pondok pesantren yang sejauh ini telah berjalan dengan menjual produk makanan menurutnya juga menjadi kelebihan untuk pengembangan usaha.

"Namun pengemasannya masih sederhana. Pemasarannya pun masih dari mulut ke mulut dengan konsumen terbatas. Padahal peluangnya sangat besar karena lokasinya sangat strategis dekat Jembatan Suramadu,” kata dia. Nadhiroh berharap, kegiatan yang digelar bisa berdampak tidak saja pada perekonomian pesantren tetapi jug masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini