Rabu 15 Sep 2021 13:57 WIB

Taliban Klaim Temukan 6,5 Juta Dolar di Rumah Mantan Wapres

Uang tunai tersebut dilaporkan diperoleh selama kelompok tersebut menggelar sebuah op

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Esthi Maharani
 Seorang petugas keamanan Afghanistan berjaga-jaga setelah ledakan di Kabul, Afghanistan, 09 September 2020. Menurut laporan awal, setidaknya 2 orang tewas terbunuh dan 12 lainnya luka-luka dalam pengusiran yang menargetkan wakil presiden Afghanistan Amrullah Saleh.
Foto: EPA-EFE/JAWAD JALALI
Seorang petugas keamanan Afghanistan berjaga-jaga setelah ledakan di Kabul, Afghanistan, 09 September 2020. Menurut laporan awal, setidaknya 2 orang tewas terbunuh dan 12 lainnya luka-luka dalam pengusiran yang menargetkan wakil presiden Afghanistan Amrullah Saleh.

IHRAM.CO.ID, KABUL -- Taliban menerbitkan sebuah video yang menunjukkan bahwa kelompok itu menemukan uang tunai sebesar 6,5 juta dolar atau sekitar Rp90 milyar dari rumah mantan Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh, di provinsi Panjshir. Uang tunai tersebut dilaporkan diperoleh selama kelompok tersebut menggelar sebuah operasi.

"Hari ini Mujahidin kami mendapat 6,5 juta dolar dan 18 koin emas dari rumah Amrullah Saleh. Kami akan mengembalikan uang itu ke Kementerian Keuangan," kata Anggota Komisi Kebudayaan Taliban, Shahab Lewal, dilansir di Tolonews, Rabu (15/9).

Namun demikian, Amrullah Saleh belum menanggapi video tersebut. Sementara itu, dalam sebuah video terpisah yang diunggah di media sosial, seorang pria yang mengenakan seragam militer ditembak dan dibunuh oleh pejuang Taliban. Insiden itu dikatakan terjadi di provinsi Panjshir.

"Kondisi masyarakat di Panjshir mengkhawatirkan. Insiden itu harus diselidiki," kata seorang warga Panjshir, Hashmatullah.

Warga Panjshir lainnya, Naqibullah, mengatakan tindakan tersebut harus diadili. Ia mengatakan organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia harus menyelidiki insiden tersebut.

"Insiden ini adalah kejahatan," ujarnya.

Para pejabat Taliban mengatakan insiden itu akan diselidiki. Abdulhaq Emad mengatakan, bahwa video dan foto seperti itu dipublikasikan untuk menentang Taliban.

"Taliban telah membuktikan berkali-kali bahwa video-video ini berasal dari peristiwa sebelumnya atau bahkan dari negara lain," kata Emad.

Sementara itu, Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Afghanistan sebelumnya meminta Taliban untuk mengizinkan penyelidikan atas korban sipil di Panjshir. (Kiki Sakinah)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement