Asosiasi PPIU Siap Kaji Umroh Satu Pintu

Rabu , 15 Sep 2021, 20:05 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Asosiasi PPIU Siap Kaji Umroh Satu Pintu. Jamaah umroh bertawaf di sekitar Kabah.
Asosiasi PPIU Siap Kaji Umroh Satu Pintu. Jamaah umroh bertawaf di sekitar Kabah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) kembali melakukan Focus Group Discussion (FGD) melanjutkan pembahasan perubahan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Covid-19. Pembahasan dilakukan secara hibrid, kombinasi daring dan luring, dengan melibatkan seluruh Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

 

Terkait

Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi menekankan perlunya mitigasi. Ia juga meminta seluruh pihak mengantisipasi dampak kenaikan biaya dan pembatasan ibadah, seperti umroh sekali dalam 14 hari, pembatasan izin masuk Masjidil Haram, ataupun aspek lain.

Baca Juga

“Pengalaman umroh masa pandemi pada November 2020 sampai dengan Februari 2021 terdapat sekitar 2.500 jamaah yang berangkat dan ditemukan 125 jamaah umroh (lima persen) yang terkonfirmasi positif setelah tiba di Arab Saudi. Belajar dari pengalaman tersebut perlu diwacanakan umrah satu pintu melalui Asrama Haji Bekasi atau Asrama Haji Jakarta,” kata Khoirizi dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Rabu (15/9).

Pada rapat sebelumnya bersama Kementerian/Lembaga (K/L) telah dibahas wacana umroh satu pintu melalui asrama haji dengan menggunakan Bandara Soekarno-Hatta. Pada FGD tersebut terdapat banyak masukan yang konstruktif.

Ada usulan umroh dengan menggunakan pesawat khusus agar jamaah tidak bercampur dengan penumpang biasa, seperti penyelenggaraan ibadah haji. Menutup materinya, Plt Direktur Jenderal lantas menyatakan skema umroh yang disusun untuk meminimalisir dampak yang akan timbul.

“KMA yang disusun sebagai bentuk kehadiran negara dalam penyelenggaraan ibadah umroh masa pandemi,” kata dia.