Ukiran Unta di Arab Saudi Berasal dari Zaman Prasejarah

Kamis , 16 Sep 2021, 10:33 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani / Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Esthi Maharani
Serangkaian ukiran hewan yang dibuat dalam ukuran yang besar ditemukan di Arab Saudi pada 2018.
Serangkaian ukiran hewan yang dibuat dalam ukuran yang besar ditemukan di Arab Saudi pada 2018.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Serangkaian ukiran hewan yang dibuat dalam ukuran yang besar ditemukan di Arab Saudi pada 2018. Setelah dilakukan penelitian, para ilmuwan mengatakan ukiran tersebut berasal dari era prasejarah.

 

Terkait

Ukiran hewan ini membentuk beberapa jenis hewan, salah satunya unta. 'Journal of Archaeological Science' dalam sebuah penelitian baru-baru ini menyebut mereka diukir pada permukaan batu, yang kemungkinannya merupakan relief hewan berskala besar tertua di dunia.

Dilansir di Inside Edition, Kamis (16/9), ketika pertama kali ditemukan tiga tahun lalu, mereka diyakini berusia 2.000 tahun. Tetapi, erosi telah membuat studi terhadap ukiran-ukiran ini menjadi jauh lebih sulit.

Para ilmuwan kini mengatakan ukiran itu berusia antara 7.000 hingga 8.000 tahun. Hasil penelitian tersebut membuatnya lebih tua dari Stonehenge yang berusia sekitar 5.000 tahun, serta Piramida di Giza yang berusia 4.500 tahun.

“Mereka benar-benar menakjubkan. Mengingat kita melihat mereka sekarang dalam keadaan terkikis parah dengan banyak panel yang jatuh, situs aslinya pasti benar-benar menakjubkan,” kata penulis utama studi baru tentang ukiran Zaman Batu, Dr. Maria Guagnin.

Peneliti dari departemen arkeologi di Max Planck Jerman  Institute for the Science of Human History ini menyebut dalam situs yang sama ditemukan ukiran unta seukuran manusia, serta kuda dua atau tiga lapis di atas ukiran satu sama lain. Ia menilai situs tersebut benar-benar menakjubkan di zaman Neolitikum.

Menurut media asing BBC, penemuan ukiran dengan skala besar yang ditemukan di Kerajaan Arab Saudi itu termasuk langka.

Selama proses pembuatan ukiran itu, Arab Saudi dipercaya jauh lebih subur dan rimbun. Negara ini memiliki lebih banyak pemandangan hijau daripada pasir dan batu yang dikenal di zaman modern.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini