Pemimpin Taliban Masuk 100 Orang Berpengaruh Versi Time

Kamis , 16 Sep 2021, 17:18 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Ani Nursalikah
Pemimpin Taliban Masuk 100 Orang Berpengaruh Versi Time. Mullah Abdul Ghani Baradar ditunjuk sebagai penjabat wakil perdana menteri.
Pemimpin Taliban Masuk 100 Orang Berpengaruh Versi Time. Mullah Abdul Ghani Baradar ditunjuk sebagai penjabat wakil perdana menteri.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu pendiri Taliban dan kini Wakil Perdana Menteri Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar dinobatkan sebagai salah satu dari "100 Orang Paling Berpengaruh" 2021 oleh majalah Time. Dilansir di ANI News, Kamis (16/9), Baradar dipandang sebagai sosok pria pendiam dan tertutup yang jarang memberikan pernyataan publik. 

 

Terkait

Dia mewakili arus yang lebih moderat di kalangan Taliban. Baradar memimpin Taliban dalam negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) selama kesepakatan damai.

Baca Juga

Pada Februari 2020, ketika Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad secara resmi menandatangani kesepakatan damai di Doha, Qatar, Baradar adalah wajah utama Taliban. Profil Baradar untuk daftar tokoh Time, yang ditulis oleh jurnalis veteran Ahmed Rashid, mencatat dia dihormati di antara Taliban Afghanistan sebagai anggota pendiri, pemimpin militer karismatik, dan sosok yang sangat shaleh. 

Selain itu, dikatakan ketika Taliban mengambil alih ibu kota Kabul pada Agustus lalu adalah berkat negosiasi yang dilakukan Baradar. Negosiasi itu mencakup amnesti yang ditawarkan, tidak ada pertumpahan darah setelah merebut kekuasaan, dan kontak rezim serta kunjungan dengan negara-negara tetangga, seperti Pakistan dan China.  

"Seorang pria pendiam dan tertutup yang jarang memberikan pernyataan atau wawancara publik, Baradar tetap mewakili arus yang lebih moderat di dalam Taliban. Taliban akan didorong ke pusat perhatian untuk memenangkan dukungan Barat dan sangat membutuhkan bantuan keuangan. Pertanyaannya adalah apakah pria yang membujuk Amerika keluar dari Afghanistan ini dapat mempengaruhi gerakannya sendiri," demikian dituliskan dalam profil di Time.

Baradar pernah menjadi teman dekat pemimpin pertama gerakan itu, Mullah Mohammad Omar, yang memberinya nom de guerre (nama perang), "Baradar" atau berarti "saudara". Menurut catatan sanksi PBB, menyusul jatuhnya pemerintahan Taliban pada 2001, Baradar menjabat sebagai komandan militer senior yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan koalisi.

Pada 2010, Baradar ditangkap di Pakistan oleh pasukan keamanan negara itu dan dibebaskan pada 2018 ketika AS meningkatkan upaya untuk meninggalkan Afghanistan. Setelah dibebaskan pada 2018, dia mengepalai kantor politik Taliban di Doha, menjadi salah satu tokoh paling menonjol dalam pembicaraan damai dengan AS. Baradar tampaknya menjadi pemimpin Taliban pertama yang masuk dalam daftar tersebut meski publikasi tersebut tidak menyebutkan hal itu dalam tulisannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini