Tentara Prancis Bunuh Salah Satu Pemimpin ISGS

Jumat , 17 Sep 2021, 14:38 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Esthi Maharani
Presiden Prancis Emmanuel Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron

IHRAM.CO.ID, PARIS -- Pemimpin kelompok Negara Islam di Sahara telah dibunuh oleh pasukan Prancis. Kejadian ini dijelaskan sendiri oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

 

Terkait

Dilansir dari Saudi Gazette, Kamis (16/9), Adnan Abu Walid Al-Sahrawi membentuk Negara Islam di Sahara Besar (ISGS) pada tahun 2015. Kelompok itu disalahkan atas sebagian besar serangan di wilayah tersebut, termasuk pembunuhan yang ditargetkan terhadap pekerja bantuan Prancis pada tahun 2020.

"Sarawi diamankan oleh pasukan Prancis," kata Macron dalam tweetnya Kamis (16/9).

Macron menyebut kematian Sahrawi sebagai keberhasilan besar lainnya dalam perjuangan melawan kelompok teroris di Sahe. Namun dia tidak memberikan lokasi atau rincian operasi tersebut.

Sahel adalah wilayah seluas tiga juta kilometer persegi yang membentang melintasi Afrika di Selatan gurun Sahara, dari Senegal di Barat hingga Somalia di Timur.

Menteri Pertahanan Prancis Flor Parly mentweet bahwa Sahrawi tewas setelah serangan oleh pasukan Operasi Barkhane Prancis yang memerangi gerilyawan Islam di Sahel, sebagian besar di Mali, Niger, Chad dan Burkina Faso. Dia menambahkan bahwa itu adalah serangan yang menentukan terhadap kelompok teroris dan bahwa pertarungan masih akan berlanjut.

Agustus lalu, Sahrawi secara pribadi memerintahkan pembunuhan enam pekerja amal Prancis dan pemandu serta pengemudi Niger mereka, kata kepresidenan Prancis. Pembunuhan itu menyusul serangkaian serangan besar-besaran di pangkalan militer di Mali dan Niger pada akhir 2019. Kelompok itu juga dikatakan berada di balik serangan mematikan terhadap pasukan AS di Niger pada 2017.

Perbatasan Sahel yang keropos sering dimanfaatkan oleh para pengedar narkoba, penyelundup manusia, dan militan seperti ISGS.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini