Kedutaan Besar China Tolak Intervensi AS dan Australia

Jumat , 17 Sep 2021, 22:35 WIB Reporter :Lintar Satria/ Redaktur : Muhammad Hafil
Pada 16 September 2018, bendera Amerika ditampilkan bersama dengan bendera Cina di atas becak di Beijing. Pada hari Jumat, 24 Juli 2020, Cina telah memerintahkan Amerika Serikat untuk menutup konsulatnya di kota Chengdu bagian barat dalam konflik diplomatik yang semakin sengit. Perintah itu mengikuti penutupan AS dari konsulat China di Houston.
Pada 16 September 2018, bendera Amerika ditampilkan bersama dengan bendera Cina di atas becak di Beijing. Pada hari Jumat, 24 Juli 2020, Cina telah memerintahkan Amerika Serikat untuk menutup konsulatnya di kota Chengdu bagian barat dalam konflik diplomatik yang semakin sengit. Perintah itu mengikuti penutupan AS dari konsulat China di Houston.

IHRAM.CO.ID,SYDNEY--Kedutaan Besar Cina di Australia menolak 'tuduhan tak mendasar' terhadap Cina yang disampaikan menteri pertahanan dan luar negeri Australia dan Amerika Serikat (AS). Tuduhan ini diungkapkan dalam pertemuan Australia-U.S. Ministerial Consultation di Washington.

 

Terkait

Baca Juga

Dalam pernyataannya, Australia dan AS mengatakan khawatir dengan 'klaim maritim Cina yang luas di Laut Cina Selatan yang tak memiliki dasar hukum. Canberra dan Washington juga menekankan keinginan mereka untuk memperkuat hubungan dengan Taiwan.

Pernyataan AS dan Australia disampaikan satu hari setelah kedua negara mengumumkan aliansi tiga negara bersama Inggris di Indo-Pasifik. Cina mengencam kemitraan tersebut karena akan meningkatkan perlombaan senjata.

Australia dan AS juga mengkritik penerapan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong yang disahkan tahun lalu. Mereka mengatakan undang-undang tiu memperlemah sistem elektoral, menekan kebebasan media, dan merusak formula 'satu negara, dua sistem' yang disepakati saat Inggris menyerahkan kembali Hong Kong Cina pada tahun 1997.

Mereka juga mengungkapkan 'keprihatinan yang mendalam mengenai operasi penindasan Cina terhadap masyarakat Uighur. Etnis muslim yang tinggal di Provinsi Xinjiang. Kedutaan Besar Cina membantah tuduhan-tuduhan tersebut yang menurut mereka sebagai tekanan yang sia-sia.

"Langkah kecil untuk menekan Cina tidak akan berguna, hanya sandiwara yang dibuat-buat," kata juru bicara Kedutaan Besar Cina di Canberra dalam pernyataanya, Jumat (17/9).

"Kami dengan tegas menolak dan membantah tuduhan-tuduhan tanda dasar dan pernyataan salah terhadap Cina mengenai isu yang berkaitan dengan Laut Cina Selatan, Xinjiang, Hong Kong, Taiwan dan isu-isu lain yang berkaitan dengan Cina," tambah kedutaan.

Sementara itu pemerintah Taiwan menyambut baik dukungan yang ditunjukan Washington dan Canberra. Taiwan menegaskan akan terus bekerja sama dengan AS dan Australia serta negara-negara lain yang sepemahaman.

"Di atas fondasi yang kokoh pemerintah kami akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat, Australia dan negara-negara yang sepemahaman untuk memperluas ruang internasional Taiwan, mempertahankan sistem demokrasi dan berbagi nilai-nilai," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Qu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini