Inggris Ajak China Rusia Cegah Afganistan Jadi Surga Teroris

Rabu , 22 Sep 2021, 22:14 WIB Reporter :Idealisa Masyrafina/ Redaktur : Dwi Murdaningsih
Anggota Taliban duduk di depan mural yang menggambarkan seorang wanita di balik kawat berduri di Kabul, Afghanistan, Selasa, 21 September 2021.
Anggota Taliban duduk di depan mural yang menggambarkan seorang wanita di balik kawat berduri di Kabul, Afghanistan, Selasa, 21 September 2021.

IHRAM.CO.ID, LONDON - Inggris pada Rabu (22/9) meminta China dan Rusia untuk menyetujui pendekatan internasional terkoordinasi untuk mencegah Afghanistan menjadi surga bagi militan. Para menteri luar negeri dari Inggris, China, Rusia, Amerika Serikat dan Prancis akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres selama Sidang Umum PBB di New York.

 

Terkait

Inggris, yang saat ini mengoordinasikan apa yang disebut kelompok P5 anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, akan menggunakan pertemuan itu untuk menyerukan kerja sama yang lebih besar guna meningkatkan keamanan internasional. Fokusnya khusus pada Afghanistan.

Baca Juga

 

Pengambilalihan cepat oleh Taliban atas Afghanistan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat, Inggris dan NATO bulan lalu, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu sekali lagi dapat digunakan sebagai tempat pelatihan bagi militan.

 

"Jika kita ingin menghindari Afghanistan menjadi surga bagi teror global maka komunitas internasional, termasuk Rusia dan China, perlu bertindak sebagai satu kesatuan dalam keterlibatannya dengan Taliban," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menjelang pertemuan.

 

 

Pekan lalu pada pertemuan blok keamanan yang dipimpin China dan Rusia, Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa pihak terkait di Afghanistan harus memberantas terorisme. China menyatakan akan memberikan lebih banyak bantuan kepada negara tersebut sesuai kapasitasnya.

 

Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan pidato di KTT yang sama untuk mengatakan Rusia perlu bekerja dengan pemerintah Taliban, dan bahwa kekuatan dunia harus mempertimbangkan untuk mencairkan aset Afghanistan.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini