Laznas-BSI Dorong Penyaluran Ziswaf secara Online

Ahad , 26 Sep 2021, 01:17 WIB Reporter :Novita Intan/ Redaktur : Esthi Maharani
Direktur Eksekutif LAZNAS BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah
Direktur Eksekutif LAZNAS BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA-- Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bekerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk mendorong penguatan pengembangan zakat, infaq, dan wakaf (ziswaf) di Indonesia. Adapun dukungan ini salah satunya terkait digitalisasi penyaluran Ziswaf dengan platform JadiBerkah.ID.

 

Terkait

CEO JadiBerkah.ID Rizqi Okto Priansyah mengatakan platform JadiBerkah.ID sebagai one stop donation mendukung terpenuhinya kebutuhan masyarakat dalam melakukan kegiatan penyaluran Ziswaf secara online.

“Kemudahan yang ditawarkan JadiBerkah.ID didukung dengan berbagai keunggulan yaitu transparansi transaksi dan penghimpunan, 50 pilihan program Ziswaf dan lebih dari 20 mitra penyalur ziswaf yang telah bergabung,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Sabtu (25/9).

Tercatat per 25 September 2021, sebanyak 77 program dan 44 lembaga yang bergabung dalam platform JadiBerkah.ID. Adapun total dana yang terkumpul sebanyak Rp 1,03 miliar dengan sebanyak 1775 donatur.

“Dengan berbagai keunggulan platform JadiBerkah.ID diharapkan bisa mendukung kegiatan dan program ziswaf yang dilakukan oleh masyarakat. Penggunaan JadiBerkah.ID akan memudahkan masyarakat dalam melakukan donasi karena tersedianya berbagai pilihan Ziswaf dan memiliki banyak pilihan program dari berbagai mitra,” ungkapnya.

Menurutnya JadiBerkah.ID juga menawarkan kemudahan dalam melakukan channel pembayaran di mana saja kapan saja.

“Masyarakat juga lebih mudah untuk memonitor kemajuan tiap program dan transaksi donasi serta status pembayaran. Khusus layanan wakaf, JadiBerkah.ID menyediakan akte Wakaf dan sertifikat wakaf uang,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Marketing & Network (URO) Laznas BSMU, Risyad Iskandar menambahkan pihaknya berupaya mengoptimalkan pengumpulan ziswaf dan memperkuat channel donasi berkolaborasi bersama JadiBerkah.ID.

“Hal ini juga untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan masyarakat untuk berdonasi secara online,” kata Risyad.

Tokoh Ekonomi Syariah Irfan Syauqi Beik menambahkan digitalisasi ini diharapkan bisa meningkatkan literasi dan meningkatkan pengembangan ekosistem ZISWAF. “Dari sisi ziswaf, penggunaan teknologi digital bisa mengoptimalkan penghimpunan, distribusi dan pengelolaan operasional zakat,” ucapnya.

Dukungan Laznas BSMU dan BSI dalam mendukung pengembangan wakaf di Indonesia ini disampaikan dalam acara Likes (Literasi Keuangan dan Ekonomi Syariah) Talk: Digitalization in Islamic Finance. Adapun acara Likes Talk bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah di Indonesia yang masih rendah.

Selama pandemi Covid-19, peran digital teknologi dalam bidang pengelolaan ziswaf menjadi sangat penting. Hal ini karena digitalisasi Islamic Finance juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan ziswaf.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini