Ahad 26 Sep 2021 18:18 WIB

Kiwi Zespri Asal Australia Positif Covid-19

Buah kiwi zespri di sejumlah supermarket China ditarik karena positif Covid-19.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Nora Azizah
Buah kiwi zespri di sejumlah supermarket China ditarik karena positif Covid-19.
Foto: greenovegan
Buah kiwi zespri di sejumlah supermarket China ditarik karena positif Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buah Kiwi Zespri telah ditarik dari sejumlah rak supermarket di China. Hal ini telah dilakukan setelah beberapa buah tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan telah tes.

Dilansir dari laman Stuff, Ahad (26/9), laporan yang diterbitkan oleh Global Times, sebuah taabloid nasionalis yang memiliki hubungan kuat dengan Partai Komunis Cina pada Jumat (24/9) menyebut, sampel buah kiwi yang dites berasal dari Selandia Baru. Buah itu dijual di supermarket yang berada di Provinsi Jiangsu, Cina.

Baca Juga

Buah yang dinyatakan positif virus corona itu dikirim dari Kota Tauranga, Selandia Baru, pada 16 Agustus 2021. Buah tersebut dikirim sehari sebelum wabah terbaru Covid-19 ditemukan di Selandia Baru.

“Kami menangani masalah ini dengan sangat serius dan segera meluncurkan rencana manajemen darurat kami dan secara aktif bekerjasama dengan lembaga pemerintah terkait untuk melacak pengiriman produk,” kata Kepala Eksekutif Zespri, Dan Mathieson dalam sebuah email ke industri buah kiwi, Jumat.

“Otoritas lokal di daerah di mana buah itu didistribusikan telah mengambil langkah-langkah mulai dari memindahkan sementara buah dari rak hingga melakukan tes terhadap pelanggan yang membeli buah dari gerai ritel tempat batch yang terkena dampak dijual,” imbuhnya.

Mathieson mengkonfirmasi bahwa buah Zespri yang diekspor bulan lalu itu telah menjalani tes berikutnya dan dinyatakan negatif Covid-19. Disinfeksi pun telah dilakukan sesuai standar protokol bea cukai Cina sebelum didistribusikan. Adapun kata dia, tes positif  berasal dari distributor lapis kedua di Provinsi Hefei, yang merupakan tetangga Provinsi Jiangsu.

“Sementara semua tes investigasi selanjutnya dari buah yang tersisa dari batch dalam stok kembali negatif. Tim bekerja sangat keras untuk mengelola situasi dengan bergerak sangat cepat,” tulis dia.

Pihak berwenang pun mendesak masyarakat yang pernah ke supermarket atau mengonsumsi buah tersebut dari toko antara tanggal 12-23 September untuk mematuhi langkah-langkah pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, Direktur Penelitian Sekolah Ilmu Kedokteran Hewan Universitas Massey, Profesor Nigel French mengatakan, Covid-19 tidak bertahan dengan baik pada permukaan, termasuk makanan. “(Virus) Itu tidak bertahan dengan baik sama sekali (di permukaan). Jika tidka, kita akan melihat banak kasus yang terkait dengan makanan dan permukaan,” ujarnya.

“Ini adalh virus di udara yang harus masuk ke rongga hidung dan saluran pernafasan. Virus itu tidak ditularkan melalui konsumsi lewat mulut,” tambahnya.

Menurut dia, jika partikel virus terdeteksi, bisa datang dari mana saja.

“Begitu banyak orang di seluruh dunia yang menyebarkan virus, mungkin tidak mengejutkan Anda akan menemukannya di permukaan apapun sesekali,” tutur French.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement