Taliban Hargai Pakistan Soal Emirat Islam Afganistan

Senin , 27 Sep 2021, 11:04 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Warga Afghanistan melewati gedung bekas kedutaan AS saat dinding yang dicat dengan segel pemerintah Taliban Emirat Islam Afghanistan di Kabul, Afghanistan, 08 September 2021.
Warga Afghanistan melewati gedung bekas kedutaan AS saat dinding yang dicat dengan segel pemerintah Taliban Emirat Islam Afghanistan di Kabul, Afghanistan, 08 September 2021.

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD -- Taliban menyampaikan rasa penghargaan kepada Pakistan karena mendukung pemerintahnya, Emirat Islam Afghanistan, secara internasional, Ahad (26/9).

 

Terkait

Juru bicara Taliban dan Penjabat Wakil Menteri Informasi Afghanistan, Zabihullah Mujahid, dalam sebuah wawancara menyebut Pakistan telah meminta masyarakat internasional untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan Afghanistan.

"Pakistan adalah negara tetangga kami dan Afghanistan berterima kasih atas sikap Pakistan terhadap Afghanistan," katanya dikutip di ANI News, Senin (27/9).

Mujahid mengatakan Afghanistan akan lebih terhubung melalui jalan darat ke Peshawar, maupun berbagai kota di Pakistan. Lebih lanjut, ia mengatakan penodaan bendera Pakistan di perbatasan Afghanistan adalah insiden yang tidak menguntungkan.

Penjabat wakil menteri ini meyakinkan, tindakan akan diambil terhadap siapa pun yang akan merusak hubungan antara Pakistan dan Afghanistan. Pun demikian, dia mengatakan akan mempertimbangkan memberikan undangan kepada para pemimpin Afghanistan, untuk berkunjung ke Pakistan.

Mujahid juga menyampaikan Afghanistan menginginkan hubungan baik dengan negara lain, serta keinginannya untuk memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi.

"Kami berharap negara-negara tetangga kami akan terus memberikan dukungan ke Afghanistan secara internasional," uajrnya.

Banyak negara disebut telah mengangkat suara dan memberikan dukungan kepada mereka, utamanya di forum-forum internasional dan dalam percakapan dengan perwakilan AS.

Terakhir, ia mengklaim perang di Panjshir telah berakhir. Pihaknya tidak menginginkan perang dengan siapa pun.

"Waktunya telah tiba bagi bangsa Afghanistan untuk bekerja demi kemajuan dan kemakmuran Afghanistan. Setelah mencapai perdamaian di Afghanistan, prioritas kami adalah memperluas perdagangan dengan negara lain," kata dia.

Juru bicara Taliban ini lants memperingatkan akan melakukan tindakan, jika diketahui ada kelompok yang menyerang Afghanistan atau berperang dengan pemerintah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini