Menghidupkan Malam Hari Raya

Senin , 27 Sep 2021, 11:13 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : Esthi Maharani
Sejumlah santri TPQ Pesantren Miftahul Huda membawa obor sambil bertakbir berkeliling desa di Blitar, Jawa Timur
Sejumlah santri TPQ Pesantren Miftahul Huda membawa obor sambil bertakbir berkeliling desa di Blitar, Jawa Timur

IHRAM.CO.ID, Hidupkanlah malam-malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan bertakbir mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebab menghidupkan malam Id itu adalah ibadah yang memiliki keutamaannya. Selain daripada itu bersegeralah menuju masjid pada pagi hari raya untuk melaksanakan sholat Id. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Targib wat Tarhib menuliskan sebuah hadits tentang keutamaan menghidupkan malam hari raya.

 

Terkait

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَحْيَى لَيْلَةَ الْفِطْرِوَلَيْلَةَ الْأَضْحَى لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوْتُ الْقُلُوْبُ.

Rasulullah Saw bersabda : Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha maka tidak mati hatinya pada hari di mana semua hati mati.

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَاكَانَ يَوْمَ عِيْدِالْفِطْرِوَقَفَتِ الْمَلَا ئِكَةُ عَلَى أَبْوَابِ الطُّرُقِ فَنَادَوْاأُغْدُوْايَامَعْشَرَالْمُسْلِمِيْنَ اِلَى رَبٍّ كَرِيْمٍ يَمُنُّ بِالْخَيْرِثُمَّ يُثِيْبُ عَلَيْهِ الْجَزِيْلَ, لَقَدْأُمِرْتُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَقُمْتُمْ وَأُمِرْتُمْ بِصِيَامِ النَّهَارِ فَصُمْتُمْ وَأَطَعْتُمْ رَبَّكُمْ فَاَقْبِضُوْا جَوَائِزِكُمْ ,فَاِذَاصَلُّوْ انَادَى مُنَادٍأَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ قَدْغَفَرَلَكُمْ فَارْجِعُوْارَاشِدِيْنَ إِلَى رِحَالِكُمْ فَهُوَيَوْمُ الْجَائِزَةِ وَيُسَمَّى ذَلِكَ الْيَوْمُ فِى السَّمَاءِ يَوْمَ الْجَائِزَةِ.

Rasulullah Saw bersabda : Ketika datang Idul Fitri, maka berdiri para malaikat di ujung-ujung jalan. Mala para malaikat menyeru ayo keluarlah pagi-pagi hei golongan orang-orang Muslim, menghadap Allah Yang Maha Mulia yang memberikan keberkahan, yang memberi ganjaran yang besar. Sudah diperintahkan kepada kalian semua supaya qiyamulail di bulan Ramadhan, lalu sholat malam kalian semua, dan puasa di siang hari, lalu puasa kalian semua, dan taat kalian semua pada Allah, maka terimalah pemberian. Maka ketika orang itu sholat maka menyeru malaikat: Ingatlah sesungguhnya Allah telah mengampuni kalian semua. Maka kembalilah pada petunjuk ke tempat-tempat mu. Maka idul Fitri  itu hari pemberian.  Dan hari itu langit dinamakan Yaumul Jaaizah (hari pemberian).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini