Trade Expo Siap Pasarkan Produk Halal dari UMKM Indonesia

Senin , 27 Sep 2021, 15:00 WIB Reporter :Dedy Darmawan Nasution/ Redaktur : Esthi Maharani
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan Trade Expo Indonesia ke 36 tahun 2021 akan berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Camber (IFC). Dalam forum yang digelar pada 21 Oktober-4 November 2021 itu, akan dipasarkan produk-produk halal dari UMKM Indonesia.

 

Terkait

"Salah satunya akan digelar muslim fashion festival, ini akan kami lakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia," kata Lutfi di Jakarta, Kamis (27/9).

Dukungan pemerintah terhadap industri halal terus diberikan karena besarnya potensi produk halal dari Indonesia. Lutfi menegaskan, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjadi kiblat dari industri fesyen muslim dunia.

Adapun, ia menargetkan, total transkasi yang dibukukan dalam ajang pameran tersebut mencapai lebih dari 1,5 miliar dolar AS. "Kami optimistis bisa mencapai target transkasi itu karena diikuti 1.000 perusahaan dan 500 pengunjung serta calon pembeli," kata Lutfi.

Diketahui, pada 2020 lalu TEI yang digelar secara virtual diikuti oleh 690 pelaku usaha, dengan menghadirkan 7.456 buyers dari 127 negara, dan menembus total transaksi sebesar 1,3 miliar dolar AS.

Pameran yang dikemas secara digital tersebut merupakan salah satu upaya dan bukti komitmen Kemendag menghidupkan kembali perdagangan global. Selain itu, pameran tersebut juga menjadi terobosan bagi pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan peluang agar tidak kehilangan momentum percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, TEI tahun ini juga diharapkan mampu mendorong percepatan transformasi perdagangan secara digital. TEI secara digital bertujuan menciptakan wahana promosi dan transaksi dagang secara daring yang efektif dan efisien.

Selain itu diharap memperkuat kemitraan dan mempertahankan keberlanjutan bisnis dengan para calon pembeli, memperluas penetrasi ke pasar baru, membangun citra positif, serta meningkatkan daya saing akan ragam produk dan jasa Indonesia di pasar internasional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini