Jumat 08 Oct 2021 09:05 WIB

Menapaktilasi Jejak Islam di Alger La Blanche

Islam masuk ke kota ini pada abad ke-7 Masehi.

Menapaktilasi Jejak Islam di Alger La Blanche. Lanskap Kasbah Aljir, Aljazair
Foto: middleeaseye.net
Menapaktilasi Jejak Islam di Alger La Blanche. Lanskap Kasbah Aljir, Aljazair

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Azhar Rasyid, Penilik sejarah Islam

Sejarah Islam di Afrika Utara umumnya lebih banyak dikaitkan dengan sejarah Islam di Mesir atau Maroko. Kedua negara ini memang dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam dan memiliki sejarah Islam yang kaya.

Baca Juga

Sebenarnya ada satu tempat lagi di mana Islam memiliki pijakan yang kokoh. Tempat itu adalah Aljazair, dengan Algiers sebagai ibu kotanya.

Aljazair kurang dikenal dibandingkan dengan Mesir atau Maroko, padahal negara ini adalah negara yang wilayahnya paling luas di Afrika. Wilayahnya terbentang dari sebelah utara yang berbatasan langsung dengan Laut Mediterania hingga ke arah selatan di gurun Sahara. Di sebelah utara iklimnya moderat sementara di bagian selatan sangat panas.

Algiers adalah kota terpenting di Aljazair. Banyak orang menjuluki kota ini sebagai Alger la Blanche (Algiers Kota Putih), sebuah istilah yang mengacu pada banyaknya bangunan berwarna putih di kota ini, yang membuatnya sangat indah bila dilihat dari tengah birunya air laut Mediterania.

Dikenal juga sebagai Alger dalam bahasa Perancis dan Al-Jazā’ir dalam bahasa Arab, kota ini didirikan oleh bangsa Fenisia (Phoenicia). Mereka memberi nama Ikosim pada kota baru ini. Bangsa Romawi kemudian menjadi penguasa kota ini sejak tahun 145 M dan menamainya dengan Icosium. Selama berabad-abad kemudian, Algiers dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan antara Afrika Utara dan Eropa selatan, khususnya kawasan Eropa Mediterania.

 

sumber : Suara Muhammadiyah
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement