Komunitas Muslim Angkat Budaya Islam di Georgia

Senin , 18 Oct 2021, 04:39 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tedjomukti/ Redaktur : Agung Sasongko
Warga mengusung jenazah Zelimkhan Khangoshvili, seorang Muslim Georgia ke pemakaman di Desa Duisi, Georgia. Pemerintah Jerman mengusir dua diplomat Rusia yang dicurigai terlibat penembakan  terhadap Zelimkhan di Berlin pada bulan lalu.
Warga mengusung jenazah Zelimkhan Khangoshvili, seorang Muslim Georgia ke pemakaman di Desa Duisi, Georgia. Pemerintah Jerman mengusir dua diplomat Rusia yang dicurigai terlibat penembakan terhadap Zelimkhan di Berlin pada bulan lalu.

IHRAM.CO.ID TBILISI -- Komunitas Solidaritas Pemuda Muslim berjuang untuk memajukan muslim Georgia, dan untuk mengubah persepsi publik tentang warisan yang sudah lama dianggap asing.

 

Terkait

Georgia adalah negara yang diakui sebagai negara Kristen. Padahal negara ini pun masih memiliki 10 persen atau sekitar 40 juta orang beragama Islam.

Baca Juga

Sebagian besar muslim Georgia merupakan etnis Azeri yang juga komunitas muslim Georgia yang cukup besar, khususnya di Republik Otonomi Adjara di pantai Laut Hitam di Georgia barat.

Dan di wilayah Adjara lebih dari 150 ribu orang atau sekitar 40 persen dari populasi Adjara menganut Islam. Namun terlepas dari jumlah muslimnya, Muslim Adjarian telah lama terpinggirkan dan warisan agama mereka terabaikan.

Didirikan awal tahun ini, Komunitas Solidaritas ini merupakan organisasi pemuda yang ingin mengubah persepsi tentang muslim Georgia dengan mendukung komunitas Muslim Georgia dan mempromosikan toleransi.

“Kami mendasarkan visi dan nilai kami pada hak asasi manusia dan kami ingin berkontribusi untuk membangun masyarakat yang setara dan adil,” kata Zaza Mikeladze, salah satu pendiri Komunitas Solidaritas dilansir di emerging-europe.com, Jumat (16/10).