Hizbullah: Muslim Harus Tolak Normalisasi dengan Israel

Ahad , 24 Oct 2021, 22:39 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Agung Sasongko
 Warga Lebanon dan Palestina meneriakkan slogan dan mengibarkan bendera, selama unjuk rasa yang diselenggarakan oleh kelompok militan Hizbullah Lebanon untuk mengekspresikan solidaritas dengan rakyat Palestina, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin, 17 Mei 2021.
Warga Lebanon dan Palestina meneriakkan slogan dan mengibarkan bendera, selama unjuk rasa yang diselenggarakan oleh kelompok militan Hizbullah Lebanon untuk mengekspresikan solidaritas dengan rakyat Palestina, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin, 17 Mei 2021.

IHRAM.CO.ID, TEHERAN -- Sekjen Hizbullah, Seyed Hassan Nasrallah mengatakan, Israel menimbulkan ancaman bagi umat Muslim di seluruh dunia. Ia juga mengecam rezim Bahrain atas kesepakatan normalisasi dengan Tel Aviv. Di sisi lain, ia memuji faksi-faksi Irak karena mengecam sebuah acara yang diadakan di Erbil untuk formalisasi hubungan dengan entitas Israel.

 

Terkait

"Hari ini, Amerika Serikat dan para pendukung rezim Zionis berusaha untuk memastikan bahwa umat Islam tidak menentang penjajah Zionis bahkan di dalam hati mereka. Muslim harus menentang normalisasi hubungan dengan rezim Zionis dengan cara yang mereka bisa," kata Nasrallah, dilansir di Fars News Agency, Ahad (24/10).

Baca Juga

Sementara, ia memuji dukungan orang Iran, Suriah, Irak dan Yaman untuk perjuangan Palestina terlepas dari semua resikonya serta warga Bahrain yang menolak normalisasi dengan Israel meskipun langkah yang merugikan dari Manama tersebut.

Dia juga mengatakan anggota kelompok teroris Takfiri Daesh (juga dikenal sebagai ISIL atau ISIS) menggambarkan citra yang salah dari agama mulia Islam dan komunitas Muslim. Daesh memulai kampanye teror di Irak dan Suriah kurang dari satu dekade lalu, awalnya menguasai area yang luas dari wilayah di kedua negara tersebut.