Liburan ke Islam Alley Tokyo, Temukan Dunia Penuh Manisan

Senin , 08 Nov 2021, 11:52 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Salah satu varian mochi Jepang, danggo.
Salah satu varian mochi Jepang, danggo.

IHRAM.CO.ID, TOKYO -- Jumlah masyarakat yang menerima suntikan vaksinasi Covid-19 di Jepang kian meningkat. Di sisi lain, jumlah infeksi yang menurun membuat kehidupan di Tokyo perlahan kembali ke sebelum masa pandemi.

 

Terkait

Berlibur di dalam kota kini menjadi salah satu cara bagi warga sekitar untuk menghibur diri. Salah satu titik yang bisa menjadi tujuan wisata adalah lingkungan Shin Okubo, Tokyo.

Baca Juga

Meskipun terkenal sebagai pusat makanan Korea dan budaya pop paling ramai di Jepang, ada juga sisi jalan di Shin Okubo yang dijuluki 'Alley Islam' oleh penduduk setempat. Di salah satu sudutnya, terlihat toko-toko yang khusus memasang hiasan India, Pakistan dan Timur Tengah.

Jika Anda merupakan seorang pecinta kuliner, ada satu rangkaian makanan ringan yang bisa dicicip di daerah ini, yaitu cabang Siddique National Mart Shin Okubo. Lokasi ini dibuka pada Agustus lalu, sebagai cabang dari rantai restoran India/Pakistan Siddique.

Dilansir di Japan Today, Senin (8/11), selain menyediakan berbagai bahan impor, pasar ini juga memiliki pujasera (food court) dengan tempat duduk teras di luar ruangan yang berdekatan.

Menu-menu yang disediakan disertai dengan gambar, memudahkan pelanggan untuk mengetahui lebih jelas makanan dan minuman yang dijual, seperti dal chawal, biryani, samosa chat dan falooda.

Di konter makanan penutup (desert), ada sederetan manisan dalam berbagai macam warna dan bentuk yang menggoda, utamanya bagi seseorang yang belum pernah melihat kudapan ini sebelumnya. Ragam jajanan ini tertata rapi di nampan, dengan tulisan deskripsi bahan-bahan baku pembuatan disertakan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah balushahi, seharga 150 yen. Warnanya yang kuning cerah mungkin membuat pelanggan mengira itu adalah manisan aprikot. Namun, sebenarnya itu adalah roti goreng seperti donat.

Balushahi memiliki rasa yang menyegarkan dan kompleks, dengan aksen manis dan tajam. Jajanan ini mengingatkan pada buah asam, buah tropis asam-manis, ditambah kerenyahan pada lapisan luar adonan.

Dengan harga yang sama, pelanggan bisa membeli kudapan dengan nama patisa. Makanan penutup ini sangat renyah, mirip dengan permen keras amezaiku tradisional Jepang.

Untuk membuat jajanan ini, penjual menulis sejumlah bahan, seperti vanila, cokelat, gula dan almond. Rasanya cukup seimbang, terutama dengan potongan almond berukuran besar di dalamnya.

Terakhir, jajanan yang bisa dicoba adalah ras malai. Dengan mengeluarkan uang senilai 500 yen, pembeli bisa mendapatkan dua buah ras malai.

Kudapan ini masuk dalam daftar teratas yang sering dibeli pelanggan. Berbeda dengan tekstur balushahi dan patisa yang keras, ras malai sangat lembut, konsistensinya mirip dengan tahu Jepang.

Ras malai dibuat dengan merendam bola-bola kecil chhena, sejenis dadih keju yang belum berumur, dalam krim dan merebusnya. Siddique juga menambahkan susu almond dan rasa pistachio sebagai penambah rasa.

Lokasi Shin Okubo bisa ditempuh dengan berjalan kaki maupun kereta. Namun, jika Anda masih ragu untuk bepergian di tengah pandemi atau lokasinya cukup jauh, jajanan manis ini bisa dibeli melalui toko daring Siddique. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini