Tujuh Obat Tradisional Kuno dari Dunia Arab

Selasa , 09 Nov 2021, 12:59 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
(Foto: ilustrasi jintan hitam)
(Foto: ilustrasi jintan hitam)

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Penggunaan obat-obat herbal sudah dilakukan oleh orang-orang di peradaban kuno sebelum berkembangnya sistem pengobatan modern. Penggalian arkeologi menemukan bahwa penggunaan tanaman sebagai obat oleh manusia sudah dilakukan sejak 60 ribu tahun yang lalu. Ada bukti herbal yang digunakan sebagai obat oleh bangsa Sumeria pada 3000 SM. Resep obat herbal ditemukan terukir juga pada tablet tanah liat runcing yang ditemukan pada tahun 1960.

 

Terkait

Apotek pertama yang didirikan di Baghdad pada abad ke-8, menyediakan obat-obatan herbal seperti teh, salep, dan sirup. Meskipun mekanismenya mungkin tidak dipahami oleh orang-orang prasejarah dan kuno, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa pengobatan semacam itu mungkin merupakan pengobatan yang efektif.

Saat ini sekitar 40 persen obat-obatan berasal dari bahan aktif yang awalnya ditemukan pada tanaman. Kini, WHO juga melakukan proyek inventarisasi untuk mengidentifikasi sebanyak 2.600 tanaman obat asli dari Pendudukan Palestina dan Israel, dan masih banyak lagi yang sedang dipelajari untuk mengidentifikasi sifat penyembuhan dan keamanannya.

Laporan lain menunjukkan ada sekitar 250-290 spesies tanaman asli negara-negara Arab yang sudah digunakan dalam pengobatan. Namun demikian, pengobatan tradisional, yang merupakan perawatan kesehatan yang berakar pada praktik budaya kuno, dapat menjadi kontroversial, karena perawatannya belum mengalami pengujian ketat.

Dilansir dari Middle East Eye, Selasa (9/11), ada tujuh pengobatan paling populer yang digunakan di dunia Arab:

1. Biji jintan hitam

Tabib abad ke-10 Ibnu Sina, yang dikenal sebagai Avicenna di Eropa, menjelaskan bahwa biji jintan hitam bekerja sebagai ekspektoran, atau obat yang menghilangkan lendir dengan mengeluarkan lendir, sehingga membersihkan penyumbatan pada tubuh. Tanaman ini berasal dari Timur Tengah, dan bijinya dikatakan dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membantu pencernaan dan bertindak sebagai obat tradisional untuk kondisi pernapasan.

2. Chamomile

Bunga chamomile, atau babounej dalam bahasa Arab, paling banyak dikenal karena penggunaannya dalam teh yang dikatakan dapat mengurangi kecemasan dan membantu seseorang rileks sebelum tidur. Bunga ini juga memiliki sifat anti-inflamasi, antiseptik dan antispasmodik yang dapat digunakan untuk meringankan gejala pilek dan penyakit usus. Tanaman ini berasal dari beberapa bagian Eropa dan Timur Tengah, dan penggunaannya dicatat dalam sumber-sumber Yunani Kuno, Romawi dan Mesir.

Tabib Irak abad ke-9 Abu Yusuf Ya'ub ibn Ishaq al-Kindi, lebih dikenal sebagai Al-Kindi, menyarankan menggunakan bunga sebagai kompres topikal (dioleskan secara eksternal pada kulit) untuk membantu limpa, hati dan perut. Tanaman ini dikatakan memiliki lebih dari 100 senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh.

3. Sage

Tanaman sage dianggap sebagai pengobatan untuk pilek, sakit perut dan bahkan radang sendi. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai obat penenang, perangsang nafsu makan, pengencer darah, dan untuk menghilangkan gas yang terperangkap dan gangguan pencernaan. Sage disebut-sebut juga, secara tradisional telah digunakan untuk mengobati gigitan ular dan gangguan kulit. Tanaman ini dapat diseduh dan dikonsumsi sebagai minuman panas.

Para ilmuwan telah melakukan sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa tanaman memiliki sifat yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan digunakan untuk menunda timbulnya penyakit Alzheimer. Disebut maryamiyah dalam bahasa Arab, tanaman ini berasal dari Afrika Utara bagian barat dan Eropa barat, tetapi banyak dikonsumsi di seluruh Timur Tengah.

4. Adas manis

Disebut yansoon dalam bahasa Arab, adas manis dapat diseduh sebagai teh, dan dianggap mampu mengatasi masalah pernapasan, batuk, sakit perut dan kolik pada anak-anak. Kadang-kadang juga dikunyah mentah sebagai penyegar napas di beberapa bagian Timur Tengah, karena sifat anti-bakterinya. Tabib Persia, Ibnu Sina, merekomendasikan campuran adas manis dan minyak mawar untuk mengobati sakit telinga.