Pemimpin Muslim Inggris Berbagi Kisah Soal Islamofobia

Kamis , 18 Nov 2021, 13:03 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Parade muslim Inggris merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw
Parade muslim Inggris merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw

IHRAM.CO.ID, BIRMINGHAM – Inggris menandai Bulan Kesadaran Islamofobia (IAM) dengan menyoroti perjalanan positif, perjuangan, dan pencapaian Muslim dan skala Islamofobia yang terjadi di masyarakat. Acara tersebut diselenggarakan oleh aliansi pemberdayaan masyarakat nasional Citizens UK cabang Birmingham.

 

Terkait

Diadakan di tempat-tempat lokal, diskusi ini bertujuan untuk melibatkan beragam komunitas di seluruh kota. Ketua organisasi Mashkura Begum mengatakan Birmingham Leadership Stories menyoroti langkah penting yang dibuat oleh wanita Muslim dan kesenjangan yang masih perlu diatasi.

Baca Juga

“Kami menantikan acara kepemimpinan Citizens UK. Sangat penting bagi kami untuk menggunakan semua kesempatan berbagi pekerjaan luar biasa yang dilakukan dan dicapai oleh wanita dari semua lapisan masyarakat,” kata Begum kepada I AM Birmingham, dilansir About Islam, Kamis (18/11).

Begum menyebut masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi kebencian, terutama terhadap wanita Muslim. “Kami berharap selama Bulan Kesadaran Islamofobia ini, kami dapat memperkuat suara kami dan membuat perubahan,” ujar dia.

Dipimpin oleh Saidul Haque Saeed sebagai penyelenggara utama Citizens UK di West Midlands, rangkaian pembicaraan berlanjut dengan percakapan dengan Sheikh Nuru Mohammed di Al-Abbas Islamic Center di Balsall Heath pada Senin 22 November nanti.

IAM diperingati setiap tahun pada bulan November yang diatur oleh Keterlibatan dan Pengembangan Muslim (MEND). MEND adalah organisasi utama Inggris yang didedikasikan untuk memberdayakan dan mendorong Muslim Inggris untuk terlibat dalam media dan kegiatan politik.

Didirikan pada tahun 2012, IAM menyatukan Polisi dan Komisioner Kejahatan (PCC), dewan lokal, media, dan lembaga sipil untuk meningkatkan kesadaran akan kebangkitan dan risiko yang terkait dengan mendorong komunitas Muslim ke masyarakat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini