Konjen: Umroh Masih Perlu Pembahasan Detail

Jumat , 26 Nov 2021, 16:07 WIB Reporter :Ali Yusuf / Redaktur : Muhammad Subarkah
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana lambat ini, jamaah umroh mengelilingi Ka
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana lambat ini, jamaah umroh mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Eko Hartono, membenarkan bahwa Pemerintah Saudi telah mencabut larangan masuk negaranya. Meski demikian umroh masih perlu persiapan lebih detail sehingga jamaah belum bisa langsung umroh.

 

Terkait

"Betul bahwa tadi malam Saudi telah umumkan orang berangkat dari enam negara termasuk Indonesia yang dibolehkan untuk terbang langsung ke saudi, dengan karantina lima hari," kata Eko Hartono saat dihubungi Republika, Jumat  (26/11).

 

Eko Hartono menegaskan, pencabutan larangan masuk oleh Arab Saudi terhadap Arab Saudi kini memang hanya untuk penumpang umum. Sementara untuk kepastian kehadiran jamaan umroh bagi Arab Saudi juga belum ada kepastian, karena masih perlu ada pembahasan lebih detail lagi.

 

"Itu untuk penumpang umum dan asumsi kita tentunya untuk umroh. Namun untuk umroh dalam beberapa hari mendatang akan kita bahas lagi dengan Saudi," katanya.

 

Eko Hartono menegaskan, karena terkait umroh perlu dibahas lebih detail seperti di mana jamaah akan melakukan karantina, berapa biayanya dan bagaimana pembebanannya. Semua itu perlu dibahas detail oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

 

"Soal persiapan umroh, negara juga perlu persiapan. Seperti memastikan soal vaksinasi, PCR, penerbangan, karantina, dan sebagainya," katanya.

 

Eko Hartono meminta semua pihak khususnya jamaah bersabar untuk dapat melakukan beribadah umroh. Ini karena meski Saudi sudah mencabut larangan masuk umroh, namun Indonesia belum bisa memberangkatkannya  .

 

"Intinya, bagi calon jamaah umroh mohon ditunggu dulu terkait keberangkatan umroh. Insya Allah dapat segera brangkat. Aamiin," katanya.

 

Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Taqwa Tours Rafiq Jauhary mengaku bersyukur, Arab Saudi telah mencabut larangan masuk ke negara itu. Seperti diketahui otoritas Kerajaan Arab Saudi pada Kamis (25/11) telah resmi mengizinkan Indonesia, Pakistan, Brazil, Vietnam, Masir dan India masuk negaranya.

 

"Tentu kami bersyukur, Alhamdulillah Arab Saudi telah memberikan keputusan resmi dibukanya suspend bagi Indonesia dan lima negara lainnya," kata Pemilik Travel Taqwa Tours Rafiq Jauhary saat dihubungi Republika, Jumat (26/11).

 

Rafiq menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah bekerja agar Saudi mencabut larangan masuk kepada Indonesia. Artinya jamah Indonesia sudah bisa umroh tanpa karantina di negara ketiga.

 

"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengusahakan hingga keputusan ini dikeluarkan oleh Arab Saudi," katanya.

 

Rafiq mengatakan, saat ini Pemerintah Saudi telah resmi menggumumkan mencabut larangan masuk bagi Indonesia dan lima negara lainnya yang selama dilarang. Negara yang boleh masuk lainnya ada Brazil, Pakistan, India, Vietnam dan Mesir.

 

"Pembukaan suspend ini selain diberikan kepada Indonesia, juga dibuka untuk negara muslim lain yang pada tahun sebelumnya tercatat sebagai pengiriman jamaah umrah terbanyak seperti Pakistan, India, dan Mesir," katanya

 

Rafiq memastikan, setelah ada keputusan resmi pencabutan larangan masuk, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait persiapan pemberangkatan jamaah umroh. Pihak yang perlu ditemui di antaranya Kementerian Agama, Imigrasi dan fasilitas kesehatan untuk membahasa teknis keberangkatan.

 

"Menindaklanjuti keputusan itu kami di Taqwa Tours langsung menjalin komunikasi ke Kementerian Agama, Kantor Imigrasi, dan faskes yang menyediakan vaksinasi meningitis dan vaksin covid-19 untuk memastikan seluruh berkas jamaah valid dan siap untuk diproses guna pengajuan visa," katanya.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini