Pakistan Berkomitmen Kuatkan Industri Keuangan Syariah

Kamis , 02 Dec 2021, 05:15 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Ani Nursalikah
Pakistan Berkomitmen Kuatkan Industri Keuangan Syariah. Bendera Pakistan.
Pakistan Berkomitmen Kuatkan Industri Keuangan Syariah. Bendera Pakistan.

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD -- Penasihat Perdana Menteri Keuangan dan Pendapatan Pakistan Shaukat Tarin menyampaikan komitmennya  mengembangkan dan menguatkan industri keuangan syariah di Pakistan. Menurutnya, keuangan syariah menjadi salah satu sektor sistem keuangan global yang tumbuh paling cepat.

 

Terkait

Itu terbukti saat menjadikan keuangan syariah sebagai alat yang membiayai pembangunan di seluruh dunia, termasuk di negara-negara non-Muslim. Keuangan syariah mengusung pembagian risiko, menghubungkan sektor keuangan dengan ekonomi riil dan menekankan inklusi keuangan dan kesejahteraan sosial.

Baca Juga

Tarin menambahkan, pembangunan berkelanjutan keuangan syariah juga menawarkan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan mendorong kemakmuran bersama. Dia percaya, instrumen zakat, sedekah dan wakaf serta sistem yang bebas bunga akan menciptakan redistribusi kekayaan yang efektif di masyarakat.

"Keuangan Islam memiliki banyak kesamaan dengan tujuan Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG) dan memiliki daya tarik yang jauh melampaui khalayak Muslim," tutur dia dilansir dari laman Nation, Rabu (1/12).

Karena memiliki pengaturan tersendiri dalam pembagian risiko dan menghindari bunga, Tarin mengatakan keuangan syariah membantu mengurangi kemiskinan, memperluas akses ke keuangan, mengembangkan sektor keuangan, dan membangun stabilitas dan ketahanan.

Dia menekankan industri keuangan syariah harus menjadi industri tingkat internasional dengan daya tarik global yang melampaui batas. Industri tersebut juga perlu menghadirkan solusi unik dalam permasalah yang dihadapi dunia.

Prinsip-prinsip ekonomi yang diajarkan oleh Alquran dan Sunnah Nabi SAW memberikan panduan yang berguna untuk memecahkan masalah ekonomi utama yang dihadapi dunia saat ini. Prinsip-prinsip Islam dalam keuangan syariah meletakkan bobot besar pada inklusi, keadilan sosial, dan berbagi sumber daya.

"Sebuah sistem bebas riba meniscayakan unsur-unsur pembangunan ekonomi riil, keadilan sosial, transparansi, kesetaraan dan hak milik. Hak atas keuntungan dengan pembagian risiko dan imbalan serta larangan perilaku spekulatif dan ketidakpastian yang berlebihan," jelasnya.

Tarin juga mengungkapkan, perbankan dan keuangan syariah harus menjadi pemimpin dalam membawa perubahan positif sistem keuangan melalui peningkatan fokus pada intermediasi berbasis nilai dan investasi yang bertanggung jawab secara sosial.

Inovasi dalam penggunaan instrumen keuangan syariah juga harus terus didukung. Misalnya ialah green sukuk yang merupakan contoh unik dari instrumen investasi yang berbasis syariah. Hal ini menunjukkan bagaimana sumber daya keuangan Islam dapat dimanfaatkan untuk investasi energi terbarukan.

Untuk itu, dia menekankan perlunya kolaborasi yang kuat antara akademisi, cendekiawan syariah, dan profesional industri, yang dapat memungkinkan sinergi bersama dengan mengidentifikasi bidang penelitian prioritas.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini