Cuaca dan Sisa Material Hambat Penanganan Erupsi Semeru 

Ahad , 05 Dec 2021, 17:28 WIB Reporter :Wilda Fizriyani/ Redaktur : Agung Sasongko
Warga berfoto di kawasan jalan menuju Gladak Perak yang tertutup material guguran awan panas letusan Gunung Semeru di Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12/2021). Dampak letusan Gunung Semeru menyebabkan sejumlah jalan penghubung jalur Lumajang-Malang tersebut tertutup dan jembatan putus.
Warga berfoto di kawasan jalan menuju Gladak Perak yang tertutup material guguran awan panas letusan Gunung Semeru di Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12/2021). Dampak letusan Gunung Semeru menyebabkan sejumlah jalan penghubung jalur Lumajang-Malang tersebut tertutup dan jembatan putus.

IHRAM.CO.ID,  LUMAJANG -- Proses penanganan bencana erupsi Gunung Semeru masih berlangsung hingga Ahad (5/12). Namun ada sejumlah hal yang menyebabkan penanganan erupsi tidak bisa berjalan cepat.

 

Terkait

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, masalah cuaca dan sisa material yang masih banyak menyebabkan proses penanganan berjalan lambat. Apalagi sisa material erupsi sudah menjadi lumpur di sejumlah area.

Baca Juga

"Kedalamannya mungkin sekitar 80 centimeter dan itu panas. Mangkannya itu kendalanya di situ," kata Wawan saat dihubungi Republika, Ahad (5/12) sore

Mengingat lumpur yang ditemukan bukan yang biasa, maka penanganan yang dilakukan harus berbeda. Para relawan harus menggunakan sepatu boot tahan panas. Kemudian para relawan juga harus meningkatkan kewaspadaan agar proses penanganan berjalan baik.

Di samping itu, pihaknya juga harus menggunakan kendaraan dalam proses penanganan. Dalam hal ini tidak hanya menggunakan kendaraan truk tapi juga pikap dan jenis kendaraan lainnya.

Menurut Wawan, hambatan penanganan terutama terjadi di tiga wilayah Kabupaten Lumajang. Tiga wilayah tersebut yakni Pronojiwo, Candipuro dan Pasirian.