Pelari Finlandia Coba Pecahkan Rekor Lintasi Gurun Arab

Selasa , 07 Dec 2021, 10:26 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Pelari Finlandia Coba Pecahkan Rekor Melintasi Gurun Pasir Terbesar Saudi
Pelari Finlandia Coba Pecahkan Rekor Melintasi Gurun Pasir Terbesar Saudi

IHRAM.CO.ID,RIYADH -- Seorang petualang asal Finlandia menantang dirinya sendiri, dengan bergabung bersama barisan perintis pemecah rekor. Mereka telah melakukan perjalanan melelahkan melintasi Rub Al-Khali, Empty Quarter di Arab Saudi.

 

Terkait

Pelari tersebut, Jukka Viljanen, memulai perjalanannya pada 6 Desember, dengan estimasi perjalanan 25 hari melalui 1.300 km medan gurun. Ia bertujuan menjadi orang pertama yang berhasil berlari melintasi padang pasir yang luas.

Baca Juga

Empty Quarter merupakan hamparan pasir tak terputus terbesar di dunia, yang menutupi sebagian besar sepertiga selatan Semenanjung Arab.

Lanskap luas bukit pasir yang terus berubah ini sudah pernah dieksplorasi antara awal 1930-an dan 1950-an, oleh orang-orang seperti Bertram Thomas, sebagai orang Barat pertama yang tercatat melintasi gurun, serta Wilfred Thesiger dan rekan Arab mereka.

Terbaru, fotografer Anna Aiko melintasi Rub Al-Khali dengan unta pada tahun 2019. Setahun setelahnya, penjelajah Italia Max Calderan, yang telah lama tinggal di Dubai, menyelesaikan penyeberangan solo pertama di Empty Quarter.

Dilansir di Arab News, Selasa (7/12), penjelajah sebelumnya telah melintasi bagian Rub Al-Khali yang lebih pendek, dengan menggunakan unta atau di atas kendaraan off-road.

Mengingat medan dan kondisi yang tidak bersahabat, perjalanan melintasi gurun pasir ini merupakan ujian ketahanan. Viljanen bertujuan membawa tantangan ke tingkat yang lebih tinggi, dengan berlari sepanjang menempuh jarak sekitar 50 kilometer sehari. 

Tantangannya ini telah diselenggarakan oleh Delta Adventures, kelompok pemimpin dalam perjalanan gurun dan petualangan di Arab Saudi.

"Saya mulai sebagai pelari petualangan 15 tahun yang lalu. Saya sangat bersemangat dengan bukit pasir. Mereka memberi saya energi. Saya suka gurun," ujar dia.

Adapun perjalanannya kali ini disebut sebagai tantangan baru, mengingat Empty Quarter belum sepenuhnya dilalui. Ia pun ingin memecahkan rekor bersama dengan timnya.

“Mimpi untuk berlari melintasi Empty Quarter ini adalah hasrat saya. Saya sangat bersemangat, karena Rub Al-Khali adalah gurun pasir terbesar dan terindah di dunia. Itu menginspirasi saya," lanjutnya.

Viljanen lantas mengatakan sengaja memilih tanggal 6 Desember sebagai tanggal dimulainya petualangan, karena tanggal tersebut merupakan Hari Nasional Finlandia.

Adapun ekspedisi tersebut akan menjadi pengalaman pertamanya berlari di Empty Quarter, meskipun telah berjalan di gurun Saudi lainnya. Bahkan,bia telah berlari di sejumlah lingkungan yang menantang di seluruh dunia.

Pengalaman dan pencapaiannya luar biasa. Tetapi, dia tidak berniat untuk berhenti dalam waktu dekat, justru sebaliknya.

"Saya ingin melangkah lebih jauh dan keluar dari zona nyaman. Saya ingin meningkatkan standar untuk diri saya sendiri, dan itulah alasan saya di sini di Arab Saudi. Saya ingin menjadi orang pertama yang berlari melintasi Empty Quarter," ujar dia.

Perjalanan yang dilakukan Viljanen akan ditemani oleh tim cadangan, yang terdiri dari orang Saudi dan seorang teman dari Finlandia. Pemimpin timnya adalah Mohammed Al-Khamis dan Ady Al-Khamis, pemilik Delta Adventures.

Iklim di Arab Saudi sangat berbeda dengan negara asalnya, Finlandia. Tetapi, Viljanen mengambil sikap dengan tetap tenang.

Terakhir, ia mengatakan berharap memiliki kesempatan berbicara dengan orang-orang muda di Arab Saudi, untuk berbagi pengalamannya. Harapannya, pengalaman yang ia punya bisa membantu menginspirasi mereka dalam kehidupan dan ambisi mereka sendiri.

“Saya akan kembali untuk berbagi cerita. Orang harus meningkatkan standar mereka dan memiliki tujuan baru dalam hidup, keluar dari zona nyaman mereka. Itu tidak dapat dicapai dengan duduk di zona nyaman mereka," ucapnya.

Ia menyebut, orang-orang banyak yang memiliki banyak potensi, tetapi mereka tidak mengetahuinya. Maka, orang lain harus memotivasi mereka dengan cara menjadi panutan bagi orang lain.  

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini