Jumat 18 Feb 2022 16:01 WIB

Capaian Vaksinasi Booster Sleman Masih Rendah

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron terus mengalami peningkatan.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Warga lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 booster di Kalurahan Sardonoharjo, Sleman, DI Yogyakarta.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Warga lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 booster di Kalurahan Sardonoharjo, Sleman, DI Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,  SLEMAN -- Capaian vaksinasi tahap ketiga (booster) di Kabupaten Sleman, DIY, sampai Februari 2022 masih rendah. Walaupun vaksinasi primer sudah cukup tinggi, dosis satu sudah 98,3 persen dan dosis dua 90,7 persen, tapi booster baru 9,5 persen.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengakui, vaksinasi tahap ketiga di Sleman secara persentase masih sedikit. Ia menilai, itu dikarenakan sebagian masyarakat masih menunggu jangka waktu enam bulan setelah mendapatkan vaksin tahapan kedua.

Maka itu, Danang menyebut, mereka masih menunggu informasi dan kebijakan dari Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Yang mana, saat ini terus melakukan koordinasi dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Salah satunya terkait dengan jangka waktu yang ditentukan untuk vaksin tahap ketiga, setelah mendapatkan vaksin tahap kedua. Danang mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker.

Terlebih, saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron masih terus mengalami peningkatan di berbagai daerah. Danang mengingatkan, saat ini Indonesia masih menghadapi pandemi, sehingga prokes penting terus diterapkan.

"Yang paling penting protokol kesehatan ditingkatkan dan gunakan masker karena akhir-akhir ini masyarakat sering lalai menggunakan masker, dan segera melakukan vaksinasi tahap ketiga," kata Danang di Hotel Sheraton Mustika, Jumat (18/2/2022).

Hal itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang digelar Polda DIY. Vaksinasi yang diselenggarakan secara serentak ini menyasar pelaku pariwisata yang berada di wilayah DIY dengan menyediakan sekitar 1.500 dosis.

Terdiri dari 600 dosis vaksin dengan jenis Pfizer dan 900 dosis vaksin jenis Astrazeneca. Pada kesempatan itu, Danang turut menyampaikan apresiasi terhadap vaksinasi dosis pertama, kedua maupun vaksin booster yang digelar Polda DIY.

Danang menambahkan, Pemkab Sleman dalam melaksanakan vaksinasi tahap ketiga atau booster masih akan terus bekerja sama dengan seluruh komponen yang ada. Baik itu TNI, Polri, perusahaan, perguruan tinggi maupun seluruh elemen lain di Sleman.

"Kita masih seperti dulu bekerja sama dengan seluruh komponen, seluruh stake holder, dalam melaksanakan vaksinasi tahap ketiga ini," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement