Senin 14 Mar 2022 20:16 WIB

Keluarga Almarhum Korban Banjir di Kabupaten Malang Terima Bantuan Kemensos

Bantuan tersebut telah diserahkan kepada putra dari almarhum korban banjir.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja ke kediaman korban banjir di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Ahad (13/3/2022).
Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja ke kediaman korban banjir di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Ahad (13/3/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyalurkan bantuan sosial untuk keluarga korban banjir yang meninggal beberapa waktu lalu akibat banjir di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini kepada keluarga korban.

Perempuan disapa Risma tersebut mengatakan, kementerian memang telah memberikan bantuan kepada korban bencana alam. Namun pihaknya mencoba menyelesaikan hal ini bukan sekadar dari santunan. Kementerian berupaya agar ahli waris bisa bertahan hidup meskipun ditinggal pergi oleh keluarganya.

"Atau memang (ditinggalkan) yang selama ini mencari nafkah. Karena itu, bantuan yang kita berikan adalah untuk pemberdayaan ekonominya keluarga," ucap Risma kepada wartawan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Ahad (13/3/2022).

Selain santunan, kementerian juga memberikan bantuan usaha pemberdayaan sesuai keinginan dari permintaan keluarga. Jika memilih menjalankan usaha, dia berharap, keluarga bisa menanganinya dengan serius. Risma yakin keluarga korban dapat mengembangkan bantuan usaha tersebut dengan baik.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Malang, Didik Gatot Subroto memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Kemensos RI. Bantuan yang disalurkan sebenarnya untuk memberikan dukungan dan pengembangan terhadap yang bersangkutan supaya ekonominya tidak terganggu. 

Menurut Didik, bantuan yang diberikan pemerintah pusat berupa uang sebesar Rp 15 juta untuk dukungan modal. Kemudian satu paket usaha minuman yang nilainya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Bantuan tersebut telah diserahkan kepada putra dari almarhum korban banjir. 

Berdasarkan informasi yang diterima, putra korban memang lebih memilih zona kerja yang nyaman. Oleh karena itu, dia berharap, keluarganya bisa memanfaatkan bantuan dan modal yang diberikan sebaik mungkin. 

"Kita dorong itu dulu, karena modal sudah diberikan. Kemudian juga diberikan satu paket bantuan mulai gerobak, mesin, alat dan bahan, tinggal pengembangan,"  kata dia.

Sebelumnya, banjir bandang di Kecamatan Lawang telah mengakibatkan satu warga meninggal. Korban bernama Sa'ad (55 tahun) tersebut tercatat sebagai warga Jalan Sumber Wuni, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement