Sebanyak 22 Ribu Personel Berjaga di Makkah Selama Musim Haji

Kamis , 09 Jun 2022, 10:36 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Ilustrasi askar Arab Saudi. Arab Saudi berikan layanan terbaik untuk jamaah haji
Ilustrasi askar Arab Saudi. Arab Saudi berikan layanan terbaik untuk jamaah haji

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Pihak berwenang di kota suci Makkah sedang mempersiapkan ibadah haji. Tahun ini, pelaksanaan haji akan dihadiri 1 juta jamaah dari dalam dan luar Kerajaan untuk pertama, kalinya sejak pandemi Covid-19. 

 

Terkait

Semua sektor di kota, selaku rumah bagi situs paling suci Islam, telah disiapkan untuk membantu mengimplementasikan rencana yang ada. Hal ini bertujuan untuk memastikan musim haji yang lancar. 

Baca Juga

“Kota Makkah telah memobilisasi semua sumber daya manusia dan keuangan, yang didukung oleh tim dari sektor lain termasuk Keamanan Umum, untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada peziarah,” kata Pejabat Kepala Kotamadya Makkah, Saleh bin Ali, dikutip di Gulf News, Kamis (9/6/2022). 

Tugas dan tanggung jawab telah ditetapkan untuk setiap sektor. Semua pihak tergabung di bawah "rencana ketat" yang akan berlaku sejak awal musim haji hingga akhir pelaksanaan. 

Asisten Kepala Kota untuk Haji dan Umrah Khalid bin Abdullah menyebut, sekitar 22 ribu personel di berbagai sektor telah dikerahkan untuk melaksanakan rencana haji tahun ini. 

Para petugas ini berkaitan dengan kota, pemeliharaan darurat, penerangan, pembersihan dan layanan kesehatan.  

Biasanya ibadah haji yang merupakan salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia, dihadiri sekitar 2,5 juta orang seperti yang terjadi pada 2019. Tetapi setelah dimulainya pandemi pada 2020, pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka hanya akan mengizinkan 1.000 peziarah jamaah haji domestik untuk ambil bagian. Tahun berikutnya, mereka meningkatkan total menjadi 60 ribu warga Arab Saudi yang divaksinasi lengkap dan penduduk yang dipilih melalui undian.  

Tetapi April 2022 lalu, Arab Saudi mengumumkan mengizinkan 1 juta peziarah dari dalam dan luar kerajaan melakukan haji, yang jatuh tempo pada bulan Juli. Sebelumnya, selama dua tahun terakhir ibadah haji dibatasi hanya untuk beberapa ribu Muslim yang tinggal di dalam negeri. 

Peziarah yang memenuhi syarat tahun ini harus berusia di bawah 65 tahun, divaksinasi penuh terhadap Covid-19, serta menunjukkan hasil tes PCR negatif dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Kerajaan. 

 

Sumber: gulfnews  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini